Ibuku^^

Adalah ibuku yang rela berjalan melewati jalan setapak di pinggir sawah sendirian di malam hari sambil nampak kelelahan menggendong tubuh lemahku 21 tahun yang lalu

Adalah ibuku yang ikhlas menggadaikan ketakutannya akan sepinya malam melewati sawah, sungai dan kuburan

Adalah ibuku yang rela dan nekad pergi ke Dokter tanpa membawa uang dan berkata, “Dok, saya tidak punya uang tapi anak saya sakit…” kemudian dengan baik hati pak Dokterpun membebaskan biaya berobat dan memberi obat  dengan cuma-cuma

[Ds. Morotanjek, Singosari - Kabupaten Malang, Jawa Timur]

***

Cerita diatas adalah nyata seperti yang ibu ceritakan padaku beberapa waktu yang lalu ketika aku bertanya tentang masa kecilku dulu.

Saat aku lahir hingga berusia sekitar 2 tahun aku tinggal di Desa Morotanjek, salah satu desa di Singosari kabupaten Malang. Desa yang saat itu benar-benar seperti desa pada umumnya, sawah berhektar-hektar, sungai yang jernih, rumah-rumah yang mayoritas warna dan tampilannya serupa.

Keluargaku saat itu memang tidak mempunyai rumah sendiri. Mengontrak rumah yang paling sederhana adalah kebiasaan. Untuk mengurangi beban hidup. Nomaden kala itu.

Tapi sekarang, Alhamdulillah… walaupun kecil dan sederhana kami mempunyai rumah sendiri di salah satu kecamatan terbesar di kota Malang.

Waktu ibu cerita tentang aku yang sejak bayi sering sakit-sakitan hingga membuat panik semua orang sebenarnya aku ingin menangis karena ternyata dari sejak aku lahir (dan mungkin hingga sekarang) adanya aku adalah suatu ujian (cobaan) untuk orang-orang di sekelilingku.

Tapi nampak ibu sama sekali tak menyesal untuk semua pengorbanan itu :)

That’s why i call her inspiring mom :)

Ibupun memulai ceritanya,

“Waktu itu sekitar ba’da adzan Isya’ tiba-tiba badanmu panas tinggi, batuk-batuk dan menggigil. Ibu bingung bukan main. Karena saat itu bapakmu sedang kerja, dia lembur dan biasanya pulang jam 9 malam. Saat itu ibu gak punya uang…sama sekali. Tapi ibu nekad membawamu ke dokter malam itu juga. Ibu titipin mbak Al ke tetangga sebelah rumah. Lalu ibu menuju rumah dokter yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Untuk menuju kesana ibu harus melewati sawah yang luas. Apalagi saat itu malam hari, cahaya lampu hanya sekedarnya ajah di beberapa sudut. Waktu ibu berjalan di sekitar pertengahan sawah ibu ketemu bapak-bapak seusia pak de kamu. Dia menemani ibu berjalan.”

“Lalu bu?” (aku bertanya dengan antusias)

“Ibu tanya-tanya rumah dia dimana, kata bapak itu rumahnya dekat sungai di seberang sawah ini, bapak itu baik. Sepanjang perjalanan dia bertanya tentang kamu. Sakit apa. Sudah berapa lama dan sebagainya.”

“Dia bukan orang jahat?” (tanyaku penuh curiga)

“Sama sekali bukan, bapak itu ramah dan baik mengantarkan ibu sampai di rumah dokter.”

(Aku mengangguk-angguk lega)

“Sesampai di rumah pak dokter bapak itu tiba-tiba menghilang, entah kemana, ibu ajah lom sempat mengucapkan terima kasih. Mungkin saja karena saking senangnya ibu akhirnya nyampai rumah dokter. Waktu ibu memeriksakan ke dokter sebelumnya ibu bilang ke pak Dokter kalau ibu gak punya uang tapi ibu merasa harus membawamu ke dokter dan beruntungnya pak Dokter itu sangat baik dan ramah. Ibu tak perlu membayar konsultasi dan biaya obatnya.”

“Baik banget bu dokternya…” (karena peristiwa itulah yang menginspirasiku untuk menjadi dokter kelak dan akan membantu orang-orang yang tidak mampu. Walopun pada akhirnya cita-cita menjadi dokter tak pernah kesampaian. Ternyata aku masih bisa berbuat baik dengan cara lain, semoga ) :)

“Iya, sangat baik…”

“Esok paginya ibu cari rumah bapak yang kemarin malam mengantarkan ibu ke dokter..katanya kan dekat ma sungai di seberang sawah. Ibu kesana untuk mengucapkan terima kasih. Kamu tahu, ibu sama sekali gak menemukan satu rumahpun di sekitar sungai itu. Ibu cuma menemukan…” (Ibu menggantung kata-katanya, menerawang dengan pandangan kosong)

“Apa bu?” (kejarku)

“Ibu cuma menemukan satu kuburan disana…”

“hah?!” (aku langsung merinding jaya mendengar kata ‘kuburan’)

“Iyah…mungkin bapak itu yang dikirim Allah.” (ekspresi ibu mulai berubah jadi sendu)

Akupun jadi tertular melankolis. Aku tahu banget ibu sangat penakut. Tapi malam itu ibu berani malam-malam keluar rumah dan melewati sawah sendirian bagiku itu adalah sebuah pengorbanan yang besar. Apalagi saat itu ibu ke dokter dengan tanpa membawa uang cuma satu harapan…moga dokter itu baik dan bersedia memberi keringanan untuk membayar biaya pengobatan nanti.

Ada rasa bangga, kagum dan haru yang tiba-tiba merasuk kuat di hatiku.

Allah…ijinkan aku menjadi ibu yang baik suatu saat kelakPhotobucket

BUNDA – Melly Goeslaw

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi seragam berdiri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku s’lalu dimanja
Kata mereka diriku s’lalu ditimang

Nada-nada yang indah
S’lalu terurai darimu
Tangisan nakal bibirku
Tak ‘kan jadi deritamu

Tangan halus dan suci
T’lah menangkap tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Kata mereka diriku s’lalu dimanja
Kata mereka diriku s’lalu ditimang

Oh Bunda ada dan tiada
Dirimu ‘kan selalu ada di dalam hatiku

Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku s’lalu dimanja
Kata mereka diriku s’lalu ditimang

Oh Bunda ada dan tiada
Dirimu ‘kan selalu ada di dalam hatiku…

>>Selamat hari ibu, bu… Astri sayang ibu Photobucket

Mojokerto, 22 Desember 2009

Related post: >> Tuhan Memberi Apa yang Kita Butuhkan

Untuk semua yang terjadi di hidupku belakangan ini ataupun kejadian-kejadian serta pengalaman yang kemungkinan besar sering terulang dan berulang-ulang. Aku sebut itu proses.

Proses belajar…

Aku mengambil contoh terdekatku (selain orang tuaku) yaitu hubunganku ma yanda. Diawal hubungan aku adalah tipe orang yang meledak-ledak, ketika aku marah saat itu juga aku utarakan, ketika aku gak suka saat itu juga aku sampaikan, gak peduli dia sedang ada masalah ato enggak. Semakin kesini aku mulai bisa belajar (walopun sedikit :D ) ketika aku marah aku memilih untuk diam sejenak, meredakan emosi, berpikir dan menganalisa, kenapa ini terjadi? bagaimana bisa terjadi? setelah semua terjawab maka akan aku tanyakan pada diriku sendiri, “masih pantaskah aku untuk marah?”

Untuk semua hal selalu punya alasan. Dan alasan itu yang harus aku tahu dan mengerti dulu. Karena semua hal pula gak selalu bisa dan harus diselesaikan dengan penuh emosi dan tekanan darah tinggi. Ini cuma masalah mengerti dan menerima :) maka bicarakan dengan kepala dingin dan dari hati ke hati (semangat semangaaatt…mari belajaarr^^)

Aku percaya apapun yang terjadi di dunia ini adalah semacam pelajaran. Kita muridnya. Masalah dan peristiwa adalah mata pelajarannya. Kita belajar, kita menghadapi ujian. Dan yang aku sadari penuh untuk semua hal yang berulang di hidupku adalah semacam remidi karena aku gak berhasil mendapat ‘nilai yang baik’ untuk suatu ujian di mata pelajaran tertentu.

Related Quote:

“Ketika kumohon Tuhan Kekuatan, Ia memberiku Kesulitan agar aku menjadi kuat…

Ketika Kumohon Tuhan Kebijaksanaan, Tuhan memberiku masalah tuk kupecahkan..

Ketika Kumohon Tuhan Kesejahteraan, Tuhan memberiku akal untuk berpikir..

Ketika Kumohon Tuhan Keberanian, Tuhan memberi Kondisi Bahaya untuk kuatasi..

Ketika Kumohon pada Tuhan sebuah Cinta, Tuhan memberiku Orang2 bermasalah untuk kutolong..

Ketika Kumohon Tuhan bantuan, Ia memberiku Kesempatan..

>>Aku tak pernah menerima apa yang kupinta, tapi aku menerima semua yang kubutuhkan”

***

Mojokerto, 22 Desember 2009


Senin…

Dari tanggal 16-20 Desember 2009 kemarin jadi hari teerrr….uhmmm ter apa yaah??tersedih iya, terburuk iya, ternista???ahahaha…apaan tuh??^^

Klimaksnya kemarin…

Tapi sudahlah aku dan dia sudah berjanji, entah janji yang ke berapa kalinya sudah ><

Disaksikan mas Slamet, ditulis di tembok rumahnya, ahahhaaa…momen-momen terajaib di hidupku itu :D

Cuma satu hal sekarang yang tersisa…

Bagaimana aku harus bersikap ke orang tuanya dan orang tuaku?

Entahlah…lihat nanti…

Yang gak abis pikir…bagaimana bisa orang tuaku punya pikiran seperti kemarin malam?? (19 Desember’09 @22.35WIB)

aaahh sepertinya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

okelah kalo begitu.

Banyak pelajaran yang harus aku pelajari akhir-akhir ini, banyak sekali.

Antara lain:

  • Calm, iyah kalem ajah ahahhahaa..keknya bukan aku banget kan???yup!!tapi harus dicoba!!harus dicoba untuk selalu berpikir pake kepala dingin, bijak dan gak grusak grusuk.
  • Pengendalian emosi, hihihiii ‘emosi’ is my middle name!!wahahahaa…tp bener tgl 16 Desember kemarin aku bisa sangat muntab gara-gara mendengar dia masih menyebut nama ITU setelah perjanjian dulu yang dia buat denganku.
  • keep silent! hu uh, padahal dulu aku ini raja dari rajanya orang introvert loh…tapi gak tau kenapa semakin kesini semakin ceplas ceplos dan semakin gak terkontrol juga mudah meledak. Ya Allah…akibat dari tindakanku itu sangat luar biasa >< ok, mulai hari ini, sebodohamat temen-temen bilang “masalah jangan dipendem sendiri, diceritakan biar gak jadi beban pikiran” teuing ah ma kata-kata itu. Mulai hari ini, Senin, 21 Desember 2009, Astri bakalan: Sssttttsstttt…!!! :D   ((biar deh sakit aku rasain sendiri hehheee)

Udah itu dulu PR yang harus aku kerjain…

Well, aku gak siap menghadapinyaaaaaaaaaa >____<

maaf teman-teman, saya ngomong sendiri hehheee^^

***

Mojokerto, 21 Desember 2009

Di kantor…

Masang earphone, nyalahin MP3 dan sampai pada lagu Firman Idol yang berjudul Kehilangan.

Di lirik yang, “Asmara memisahkan kita, mengingatkanku pada dirimu, gelora mengingatkanku bahwa cintamu tlah merasuk jantungku…”

Tak terasa air mataku jatuh tepat saat temen kerjaku (mas Daniel) berjalan di depan mejaku. waaaaaaahhh malluuuuu…hehehee

Dia yang yang tanpa kata tapi wajah bertanya-tanya sambil memasang muka ngegodain dan bertampang mister Bean. Aku jadi benar-benar gak ada niatan meneruskan ritual menangisku lagi yang ada aku yang malu setengah mati sambil menutup sebagian mukaku dengan ujung kerudungku yang memanjangPhotobucket

Eniwe, thx yah Mas Daniel, senyumanmu tadi seperti cahaya lilin di malam gelapku :D

Waahh dah jam 5 sore nih, pulang aaahh…

bye dear friendPhotobucket

***

Mojokerto, 17 Desember 2009

hello teman semua
ayo kita sambut, hari baru telah tiba
apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
dan berbagi bersama

buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru


bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru

coba diam walau hanya tuk sejenak,
dengarkan kata dari s’gala yang ku ucap,
ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
bersama kita coba wujudkan harapan,
membuka jalan dalam ‘gapai setiap tujuan.

mentari bersinar selalu
ini yang ku minta penuh semangat tertawa
bersamamu teman semua
karena ini saatnya kita nyanyi bersama

buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru

dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
kita jumpa di sana, berbagi bersama
dan kita tahu, pelangi yang satukan kita

by: Ello, Ipang, Berry(st.Loco), Lala


Lagu Buka Semangat Baru bisa diunduh disini

***

Mojokerto, 17 Desember 2009

“….. Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…..”

(Q.S. Al Anbiya:30)

Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi.

Water crystal happiness r11 c5 Water crystal amazing700

Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”.

Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah … Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya ekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang mengharuskan (baca: mewajibkan) memandikan jenazah. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.

sumber: f4iqun

***

Mojokerto, 17 Desember 2009

Rabu, 16 Desember 2009

Bisa jadi itu hari bersejarah dalam hidupku…

Hari dimana aku menangis histeris, hari dimana tetesan air mata seolah tidak ada habisnya, hari dimana untuk kesekian kalinya hatiku hancur oleh satu kata bernama ‘Pengkhianatan’.

Di hari yang sama ketika aku berdoa kepada Rabb ku agar semua kebohongan terungkap, agar semua kepalsuan tersingkap, agar tidak ada kata ‘kami’ jika mudharat lebih banyak daripada nikmat.

Hari ketika semua informasi mengalir deras seperti badai tsunami 2004 lalu.

Aku terdiam bukan lantaran gak bisa berbuat apa-apa.

Tapi karena menyesali kebodohanku.

Dan aku masih sangat bersyukur karena Allah masih sayang ma aku, masih membuka mataku, menunjukkan semua itu :)

Thx Allah…

Terima kasih juga Allah, di saat-saat terburukku dan di saat rapuhku Engkau memberiku sahabat-sahabat yang sangat baik :)

Membuatku merasa tidak sendirian

Menguatkanku saat aku mau terjatuh…

Untuk kamu teman: Aku berhutang budi kepada kalian!^^

Related Quote:

“Persahabatan seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan menghapusnya”.

***

Mojokerto, 17 Desember 2009

(waaaahhh gak kerasa yah..bsk udh tgl 18 Desember 2009 / 1 Muharram 1431 H,
mari Buka Semangat Baru buka lembaran baru, smangaattt, Bismillaaah….)Photobucket

Dapat sms siang ini dan membuat detak jantungku berdetak lebih cepat 1000x!!

Membuatku berkeringat dingin tiba-tiba…

Mata melotot…

Kepala nyut-nyutan…

Muka pucat pasi…

Tubuh lemas seketika…

Hingga membalas sms itu saja rasanya tak mampu…

benar-benar payah…

benar-benar gak bisa dipercaya

Allah… jauhkan saja dia dariku, aku gak kuat, aku capeek…Photobucket

Tapii..setelah dipikir-pikir lagi, kan Allah gak mungkin memberi kita cobaan dan ujian kalo kita gak mampu yah??hmmm… brarti cobaan ini diberi kepada orang yang mampu..yeaahh dan itu aku!!Photobucket

Dan sekarang yang harus aku lakuin adalah… gimana caranya aku menjalani cobaan ini hingga akhirnya aku dinyatakan lulus dengan hasil baik ma gusti Allah :)

ok, semangat semangat…keep positive thinking!!Photobucket

Doakan saya teman-teman ^___^

Related Quotes:

“Ketika kumohon Tuhan Kekuatan, Ia memberiku Kesulitan agar aku menjadi kuat…

Ketika Kumohon Tuhan Kebijaksanaan, Tuhan memberiku masalah tuk kupecahkan..

Ketika Kumohon Tuhan Kesejahteraan, Tuhan memberiku akal untuk berpikir..

Ketika Kumohon Tuhan Keberanian, Tuhan memberi Kondisi Bahaya untuk kuatasi..

Ketika Kumohon pada Tuhan sebuah Cinta, Tuhan memberiku Orang2 bermasalah untuk kutolong..

Ketika Kumohon Tuhan bantuan, Ia memberiku Kesempatan..

>>Aku tak pernah menerima apa yang kupinta, tapi aku menerima semua yang kubutuhkan”

***

Mojokerto, 16 Desember 2009

(hmm…hari ini F.D.I uLtah^^ aku punya janji ngasih dia kado…insya Allah akhir bulan kado akan terkirim ke Lumajang hehehee)

Jawapos, Bakso bagi sebagian orang hanya kudapan di waktu senggang. Namun, di tangan Abdur Rachman Tukiman alias Cak Man, anggapan itu menjadi usang. Lewat bendera “Bakso Kota”, pengusaha tidak tamat SD dari lereng Gunung Wilis, Trenggalek, itu kini memayungi usaha 86 gerai bakso di seluruh Indonesia dengan omzet total sete­ngah miliar rupiah per hari.

Deretan mobil berjajar di halaman menyambut Jawa Pos saat mendatangi rumah Abdur Rachman Tukiman alias Cak Man di Jalan Bantaran II no 11 Kota Malang. Mata pencaharian tuan rumah sebagai juragan bakso langsung terlihat dari adanya tiga gerobak bakso di sisi rumah. Di samping rumah berlantai dua itu terdapat bangunan untuk asrama pegawai.”Saya jarang di rumah, lebih banyak di kantor atau berkiling menengok gerai,” ujar Cak Man mengawali wawancara pekan lalu. Deretan mobil dan rumah sederhana itu hanya sebagain dari aset pria kelahiran Trenggalek 48 tahun lalu itu

Melalui PT Kota Jaya yang didirikan pada Februari 2007, Cak Man kini menjadi juragan waralaba bakso terbesar di Indonesia dengan brand “Bakso Kota Cak Man”. Perusahaan bapak tiga anak ini sekarang membawahi 86 cabang gerai Bakso Kota di seluruh Indonesia. Omzet masing-masing gerai berkisar Rp 3 juta sampai Rp 7 juta per hari, atau sekitar Rp 500 juta per hari untuk semua outlet.

Dari total penjualan kotor per bulan, lima persennya masuk ke kantong Cak Man sebagai royalti frenchise. Jadi hanya dengan ongkang-ongkang kaki, Cak Man bisa mengantongi pendapatan Rp 100 juta per bulan. Penghasilan sekelas dirut BUMN itu ternyata belum termasuk keuntungan dari enam outlet yang dikelola sendiri oleh Cak Man di Kota Malang.

Kantong Cak Man semakin menggelembung jika ada investor yang ingin membeli frenchise Bakso Kota yang dilego Rp 50 juta untuk periode lima tahun masa kerjasama. ”Jumlah itu dipecah, Rp 20 juta untuk membiayai sekolah koki di tempat saya sisanya masuk ke perusahaan, murah kan,” jelas anak ke lima dari delapan bersaudara itu.

Tak heran Cak Man yang tak sempat tamat SD dan mengawali karirnya menjadi tukang bakso pikul itu, kini tinggal menikmati hasil keringatnya.”Oalah mas, semua ini karena saya senang nabung,” ujar pria yang sering ketinggalan pesawat karena sering diminta orang bercerita orang tentang sukses usaha baksonya di bandara itu. Namun tak semua jalan usaha Cak Man bertabur cerita sukses. Pada akhir 2002, di Malang sempat berhembus gosip jika bakso Cak Man dibuat dari daging tikus. Rumor tak jelas sumbernya itu sempat membuat anjlok omzet sampai 50 persen. ”Gerai di Jalan Surabaya saya tutup karena sewanya habis, bukan karena penggerebekan polisi akibat isu campuran daging tikus di bakso,” kenangnya.

Setelah isu bakso tikus mereda, pada 2004 sebagian orang kembali menghembuskan kabar jika baksonya mengandung borax atau bahan yang digunakan untuk mengawetkan mayat. Pada saat itu, Cak Man akhirnya sadar, bahwa kabar tak sedap tentang baksonya harus dilawan.

Cak Man pun akhirnya membuka lebar-lebar dapurnya untuk bisa dikunjungi siapa saja. Kini, mulai dari mahasiswa, pelajar sekolah kejuruan jurusan tata boga, atau masyarakat umum bisa masuk dengan bebas ke dapurnya di Jalan Bantaran II No. 11, Malang. ”Banyak yang menjadikan lokasi ini sebagai bahan skripsi, tugas akhir, tempat magang, atau penulisan buku,” imbuh Cak Man yang berasal dari Trenggalek itu. Beberapa acara kuliner TV nasional juga kerap menyatroninya. Meliput proses pembelian daging sampai terhidang di mangkuk dalam bentuk bakso.

Saat Jawa Pos menyambangi salah satu gerai Cak Man di Jl WR Supratman Malang juga tengah digelar pertemuan sebagai persiapan 80 siswa-siswi dari salah satu sekolah kejuruan di Sidoarjo yang akan magang di cabang-cabang Bakso Kota Cak Man.

Cara “open house” ini terbukti manjur, Bahkan saat muncul isu lagi yakni bakso Cak Man adalah Bakso Katok (bakso yang dicelupi celana dalam untuk penglaris, Red) sudah tak dipercaya masyarakat lagi. (luq/kim)

sumber: jawapos

***

Hebat banget yah Cak Man :)

top markotop dreeehhh ;)

Aku beberapa kali ketemu cak Man loh.. (mang penting yah??hehee..)

Pertama kali ketemu beliau itu waktu cak Man jenguk aku di Rumah Sakit *cieeehh..curhat..ahahhaaa*

Ceritanya nih, waktu aku masih SMA kelas 3 dulu aku kecelakaan motor dan yang menabrakku itu salah satu anak buah nya Cak Man (nah, cak Man ini juga ternyata salah satu temannya bapakku).

Lalu yang pertemuan kedua itu cak Man nemenin anak buahnya sidang di pengadilan, sempat ngobrol-ngobrol waktu itu. Dengan pandangan gak tega melihat kondisi kakiku beliau memotivasiku buat sabar. Sempat aneh juga waktu itu, karena kebanyakan yang ngasih nasehat dan motivasi buat tabah, sabar dan tawakkal ke aku rata-rata adalah orang-orang yang sebenarnya paling membutuhkan motivasi buat bersabar sangat gak tega melihatku. Padahal aku juga biasa-biasa ajah loh, walopun kaki patah, make kruk, kepala dan telinga penuh perban hehehePhotobucket

Kejadian itu udah sekitar 4 tahun yang lalu :)

Sekarang, Alhamdulillah..udah bisa lari-lari lagi :D

Lalu aku ketemu yang terakhir ma cak Man itu, beberapa bulan yang lalu. Waktu itu beliau ke rumah, nyari bapak ku.

CM: (tok..tok..took) Assalamualaikum, bapaknya ada?

aku: Waalaikumsalam, bapak sedang keluar pak

CM: lho…ini yang dulu kecelakaan itu yah?udah baikan nduk? (diucapkan dengan penuh senyum dan nada bersahabat)

aku: iyah pak, Alhamdulillah…baik pak :) *dalam hatiku bertanya: nih orang siapa sih?kok tahu kalo aku pernah kecelakaan?*

CM: Tadi pagi sudah janjian ma bapak buat mengambil barang pesenan saya

aku: (merasa dititipan bapak pesan ‘nanti kalo ada cak Man kesini, itu barang pesanannya, kasihkan langsung yah’ kata bapak sebelum keluar. hmmm mungkin ini orang yang bapak maksud itu) Oh iya pak ini…

CM: (masih dengan senyum)Yawda saya bawa yah mbak nanti kalo bapaknya pulang sampaikan saja kalo pesanannya sudah saya bawa *berjalan ke arah barang pesanan itu*

aku: iyah pak nanti saya sampaikan, maaf dengan pak siapa?

CM: bilang saja dari cak Man…saya pulang dulu mbak, Assalamualaikum..

aku: waalaikumsalam…

Beberapa detik sempat ngomong sendiri, “Cak Man?kok keknya pernah ketemu yah?” Lalu akhirnya tersadar, “Oalaaah…Bakso Kota toh..ya yaa hehee, baek banget yah orangnya” :D

Dan prasangkaku itu di‘iya‘in ma bapak ketika bapak pulang.

Pelajaran buatku: Bahwa ketika nanti ‘kita’ sudah menjadi orang yang lebih baik, lebih pintar, lebih kaya, lebih dari yang lain maka tetap tunjukkan senyum tulus mu bersikaplah santun kepada siapa saja, tanpa melihat pangkat dan jabatan :)


Related Quote: Senyuman itu seperti magnet yang memberikan kekuatan menarik perhatian bagi yang memandang dan di senyuman apabila diberikan dengan tulus ikhlas akan tampak seperti pijaran sinar kemuliaan yang menyilaukan dan memberi terang aura bagi si pemilik senyuman itu sendiri. (Pujangga)

Ok, everybadeeee…lets smile for our future!!Photobucket

***

Mojokerto, 15 Desember 2009

(oia, hari ini Pak Shimoo demobilized… gudbye mister…traktirannya dunks…hehehee)

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau s’lalu di sini
Menemani aku bernyanyi
Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu hingga kau tertidur pulas…
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain

Saat perutku mulai buncit…
Yakinlah ku tetap yang tersexy…
Dan tetaplah kau s’lalu menanti…
Nyanyianku di malam hari…

by: Sheila on Seven

Malam-malam sebelum tidur, aku mendengarkan musik seperti biasa dan gak sengaja di list laguku ada lagu ini, hmm…damai banget dengerinnya (padahal biasanya juga enggak loh…hehhee) mungkin karena saat itu suasana di kos gi sepi padahal juga masih sekitar jam 9 malam. Dan juga (mungkin) karena saat itu suasana hatiku sedang gundah gulana tak tahu arah dan tujuan (wakakakakkakak…lebay ini) :D

Waktu menghayati (niat banget neeehhh… “menghayati” wahahhaa) tiap bait lirik lagu itu yang jadi bayanganku adalah… sepasang suami istri yang saling setia, saling sayang, saling menghormati sampai tua. Pun ketika roda kehidupan sedang berputar dan mereka sedang di putaran bawah.

Pas lirik yang ini,

"Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain"

Indah banget yaahhhPhotobucket

Apalagi jika kisah di lagu itu yang mendominasi dunia ini…

(gak hanya berita cerai2 mulu, kan?)

Semoga nanti, ketika Allah sudah menakdirkan aku untuk menikah dan memiliki seorang suami, kami (aku dan dia) bisa seperti lagu itu, selalu setia menjaga komitmen dan janji yang kami buat di depan Allah, amiiinn… (waaaahhh…merinding neh ngebayanginnyaa :D )

***

Mojokerto, 11 Desember 2009


« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »