Malang, 17 Oktober 2012

Rabbi, syukron katsiyr telah memberiku segalanya, yang kuminta ataupun tidak..

Terimakasih telah menganugerahi pernikahan dan keluarga baru yg luar biasa..

Dan terimakasih abi untuk semua perjuanganmu menjadi imam yg terbaik, teman terindah, dan ‘calon abi’ yg penuh kasih..mungkin jika ‘adek’ bisa berbicara, dia akan mengecup pipi abi lalu berkata betapa ‘adek’ sangat bangga pada abi.. :)

Tiga kali Oktober kita lewati, tiga kali kejutan yg berbeda kau ciptakan (tapi selalu terendus indra keenamku,hehe) maaf ya bi kalo bunda akting..pura2 tidak tahu kejutan abi,tidak tega rasanya mengacaukan rencana abi (eh, malah bunda bocorin disini,wkwkk)


Selalu abi bilang, ‘maaf ya bun, abi tidak bisa ngasih apa-apa’

Abi salah besar..

Karena buat bunda, ABI ADALAH KADO TERINDAH DARI ALLAH :*

**dan pasangan melankolis itu larut dalam airmata bersama hujan semalam,hehee**

Astri Maulikha, menulis:

Di Titik Kulminasi

Menjadi keras tak pernah jadi mauku…

Tak bersuara, menyudut, seolah tak mendengar dan tak melihat apa2 juga bukan inginku…

Dulu, membuatmu tersenyum, bahagia dan penuh suka adalah hal-hal yg menjadi prioritasku

Tak bermaksud dibalas dengan hal yg serupa karena aku yakin kau tak kan mampu…

Hanya ingin senyummu selalu terkembang di setiap harapan yg coba kau genggam

Harimu berat, aku tahu

Hidupmu tak mudah, aku paham

Masa lalumu kelam, aku terima

Dan karena semua itu menjadikanku terlalu lunak, tak masuk akal terkadang

hanya satu hal, aku tak mau membebanimu…

 

Hari berganti hari

pun ketika tawa terganti oleh duka

Aku masih ada disana, disampingmu, menyeka peluhmu, menghapus air matamu

Tak lengah sedetikpun

Dan kau mulai menyadari satu hal, aku tak bisa hidup tanpamu…


Sesaat setelah kesadaranmu itu hadir sekelebat

Kau mulai berulah nikmat

Tak menghiraukanku yang mulai tercekat

diantara malam dan dingin yg merapat

tangisku tak kau dengar

rintihku tak kau hirau

lalu aku membisu diantara itu

meratapi kebodohanku lagi-lagi

Setelah semua yg indah tiada

kau datang padaku menengadah

ribuan janji dan maaf meluncur dari bibirmu

sempat aku jemu dengan itu

tp kau yakinkan aku

bahwa janji itu benar

maaf itu benar

Semua penyesalan nampak di wajah tirusmu

membuatku bergidik ngilu

tak mampu menuruti ego luar biasaku

Aku beri kesempatan untuk kesekian kali

hanya dengan satu keyakinan tak akan terulang lagi

Sesaat, perubahan itu aku dapat

sikapmu nampak bersahabat

tapi sesaat… yah hanya sesaat

karena setelahnya ak dapati luka yg dulu-dulu

di tempat yg sama kau sayat dengan sembilu

sampai ke ulu-ulu

Aku membeku

Hatiku membeku

tatapku membeku

kata-kataku beku

Guratan kecewaku nampak jelas

ku toreh di wajahku yg pias

lepas lepas

Sebelumnya tak pernah seperti ini

dan kau pun tersentak

dengan sikap dinginku

dengan ketidakpedulianku

dengan kerasku

dengan kesungguhanku

bahwa tak akan ada lagi kesempatan

tak akan ada lagi kata yang kau sebut cinta

karena kini semua jelas adanya

bukan cinta kalo saling menyakiti

bukan cinta jika tak ada setia

bukan cinta jika ketulusan tak pernah tersemat

Aku tutup hatiku rapat-rapat

dan tak akan membiarkan seorangpun mengulang sakit yg sama

Aku dengar kau memakiku

menghujatku

menambah luka itu

Dan maaf, aku tak akan bergeming

hanya akan hening

diantara makian dan hujatanmu

Semakin jelas … Tuhan sangat sayang aku

_28012010_

***

Sandi Nugraha, menulis:

Mulai Pudar

 Akhirnya….saat yG aQ benci datang juGa,saaT dmana aQ ngerasa dy nGak baik buat aQ,saaT hati aQ mulai il fiLL ma dy,saat aQ mengetahui kalo aQ g ingin melajutkan hubungan ini.Tp aQ mencoba bertahan sampai ngak taU kapan,mungkin sampai meledaK isi OTak aQ.aTo sampai tangisan hati aQ keluar melaLui aiR mata,semua aQ seraHkan padamu saNg pencipta peraSaaN,penciPta rasa Cinta,pencipta Segala isi buMi N diRi aQ.seMoga aPa yang sudah Tubuh ini Lakukan aDalah yG terbaik karna raSa iNi terciPta Untuk melaKsanakan suNnah rasulMU.

Tapi hati iNi sudah teRlanjur membeNcinya,walaupun haruS terus melaKsanakan keHidupaN bersmanya hanya untuk meyaKinkan bahwa dy ngak Baik untuk aQ.buKan untuk meNcari keburukan serta kekurangannya,tP untuk mengetahui seBerapa banYak tulanG rusuk Q yg ada Dalam dirinya.Walaupun sedikit,tP aQ masih berharaP kebencian Q kepadanya aTas kekhilafan yG sudah dy lakuKan kePada Q akan Luntur sediKit demi sedikit beRsama waKtu daN aQ bisa berakhir bahaGia bersamanYa.Hanya itu keinginan aQ yg nGak bisa aQ paksakan,hanya bisa menghendaki dG terus berdo’a.karNa sesungguhnya diDalam hati iNi,didaLam kebencian ini masih ada raSa yg tidaK mudah untuk dihilangkan (CINTA DAN KASIH SAYANG).

Well,

Dua tulisan diatas saya salin dari blog dan catatan kami di jejaring sosial. Astri Maulikha adalah saya dan Sandi Nugraha adalah suami saya. Ketika tulisan diatas dibuat kami sama sekali sedang tidak saling mengenal. Tulisan tersebut dibuat karena luka dari pasangan masing-masing yang konon katanya sakit sekali, hehehee…

Sampai akhirnya saya dan siami bertemu secara sangat tidak sengaja di yahoo messenger (YM). Oh, awalnya saya ini jutek sekali bahkan lebih tepat disebut sengak (hahaa) karena kala itu ceritanya saya sedang terluka batin dan sedang tidak minat dengan lelaki, apalagi ber ramah-ramah ala ABG alay jaman sekarang, hihii…

Waktu itu, Sandi Nugraha intens sekali ngebuzz, mungkin karena jengah membaca status saya yang merintih melulu, wakakkaaa

Sampai akhirnya dimulailah per-chatingan itu, setiap hari sepanjang waktu, saat itu akhir bulan Januari 2010. Berawal dari teman chatting lalu curhat-curhatan, oh ternyata nasib percintaan Astri Maulikha dan Sandi Nugraha sama,,hahaa

Berawal dari pertemanan dunia maya yang ‘panjang’ kamipun sepakat bertukar-tukaran no HP, waw… hal yang sangat langka saya lakukan (ingat, saya ini jutek!hahaa)

Sesi curhat-curhatan di YM kami lanjutkan via HP. Saat itu kami murni berteman (saya lebih tepatnya) dia unyu-unyu sekali dan sangat perhatian, hehee… Dari dunia maya lalu telepon sampai akhirnya kami bertemu, ehm… saat itu hari Sabtu, 6 Februari 2010. Kami saling berkunjung rumah, dan entah kenapa orang tua saya waktu itu suka banget ma Sandi Nugraha, aih… kena hipnotis! =))

Singkatnya, aku memutuskan menjadi sepasang teman dekat yang berkomitmen untuk menikah, hahhaa… luar biasa :D

Tepat setahun setelah itu saya dan Sandi Nugraha menikah, 11 Februari 2011.

waw…waw…waw… betapa Allah luar biasa sekali mempertemukan jodoh manusia, kami khususnya :)

Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan suami saya kala itu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Semoga pernikahan ini berberkah ya Rabb… moga kami bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah dengan bimbingan-Mu meraih ridho-Mu :)

Aamiin…

***

 hihii… suami saya tidak tahu saya membuka rahasia ini tapi sebentar lagi beliau akan mengetahuinya karena saya akan mem-publish di catatan facebook! hahahhaaa… piss abi :p

Hari ini, Sabtu, 11 Februari 2012 telah genap satu tahun perjalanan pernikahan kami. Walau 365 hari itu tak semua berisi tawa tapi Alhamdulillah.. Bahagia masih mendominasi :-)

Di 365 kami telah dua kali gagal menjadi calon orang tua, Allah punya rencana lain yang tentu lebih indah – insyAllah.

Sedih?iya..tapi senyum itu masih berpendar oleh harapan yang tak pernah pudar

Esok akan lebih indah…

Kakak, adek..moga kita bertemu di jannah-Nya ya :-)

Allahumma shalli alaa sayyidina muhammad wa alaa alihi sayyidina muhammad

Ya illahi Rabbi, berkahi pernikahan kami, ridhoi keluarga kami, bimbinglah kami membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, rahmah, amanah, qona’ah dan istiqomah. Serta tetapkan langkah kami untuk selalu di jalan-Mu, menjalankan sunnah Rasul-Mu, saling mengasihi karena-Mu.. Aamiin..

Malang, 11 Februari 2012

Malang, 29 Januari 2011

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

untuk lelaki yang akan jadi suamiku kelak,
aku ingin mengutarakan beberapa hal..
Adalah engkau yang dikirim Allah untukku, pilihan terbaik-Nya.

Sampai sekarang tak banyak yang benar-benar aku tahu tentangmu hanya yang membuatku yakin sejak pertama kali kita bertemu dulu adalah… bahwa kau mampu membimbingku yg dhaif ini. Menjadi imam yang bertanggung jawab, menjadi teladan untuk generasi penerus kita nanti… jika Allah mengijinkan,
kita akan menghiasi rumah dengan tawa, dengan kasih, dengan penghormatan, dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an di sepertiga malam.

Tapi tentu kehidupan tak akan selalu berjalan semulus itu, akan banyak kerikil tajam di jalan yang kita tempuh, akan banyak ujian yang menempa dan yakinkan kita tetap berpegangan saling menguatkan.

Kita hanyalah dua manusia yang tak sempurna, terlebih aku. Aku hanya perempuan akhir jaman dengan segala kekurangan, yang harta satu-satunya yang bisa aku persembahkan buatmu adalah kesetiaan dan pengabdian seorang istri. Ingin ku menjadi penyejuk jiwamu, menjadi peneduh ketika hidup mulai tak ramah, memuliakanmu karena Allah. Aku ingin kau merasa beruntung meminangku.

Untuk lelaki yang akan jadi suamiku kelak, ajarkanku mencintaimu karena Allah :)

**catatan ini untukmu mas Sandi ^^

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

>>temans…doakan pernikahan kami yaahh :)

Aku yang memikirkan
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu


Mencoba lupakan
Tapi ku tak bisa
Mengapa… Begini…


Oh mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh Mungkinkah kau yang jadi
Kekasih sejatiku
semoga tak sekedar harapku


Bila
Tak menjadi milikku
Aku takkan menyesal
Telah jatuh hati


Semoga tak sekedar harapku..

***

Lirik lagu Kekasih Sejati by Monita. Teringat satu nama saat dengar lagu itu. Karena dia sangat menyukai lagu itu, tentu saja. Teman sekaligus salah satu kakak terbaik yang pernah aku miliki yang insya Allah Senin, 5 Juli 2010 nanti akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih hatinya [yaaahh....diduluin lagi deeehh] :D :D

Untuk mas Aan. Moga acara pernikahan nanti berjalan lancar dan meriah, moga diberi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta diridhoi Allah Azza wa Jalla…amin amin yaa Rabbal alamin :)

Malang, 26 Juni 2010 @20.43 pm

Pagi dunia…hehehe… Alhamdulillah…

Pagi yang cerah

pagi yang indah :)

Kenapa aku jadi bersemangat gini yah?hehhee…sangat gak biasanya loh apalagi kemarin malam notabene aku tidur jam 1 malem! :D

Ada beberapa hal yang membuatku tidur selarut itu, karena:

  • Melanjutkan membaca buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu (amazing book!) **highly recommended!** :D
  • SMSan penuh keharuan ma seseorang disana (dimana?hehee)
  • Telp2an ma abangku di Makassar, abang Kei. ^^

Tentang telp dari abang Kei. Tuh orang kan jarang banget ada kabar kadang suatu hari sms/YM-an mulu tapi kadang juga berbulan-bulan gak ada kabar kek berbulan-bulan yang lalu sebelum dia akhirnya (entah kena angin apa) telp malem-malem :D

Di telp itu setelah tanya-tanya kabar terus ngejelasin betapa dia (sok) sibuk sampe kek berasa menghilang lalu aku bertanya tentang satu hal yang selalu aku tanyain ke dia :D

“Bang, kapan merit?udah punya cewek belom?!”

Dan dijawab dengan super mengejutkan kalo ternyata si abang jelek (yang sok cakep) itu mau merit! waahhh syok banget dong aku hehehe (lebay ah!) kenapa syok? soalnya di usia yang ke-32 tahun ini (walopun muka gak menunjukkan dia setua itu :D) rasa-rasanya pernikahan itu kek masih jauuuh gitu deh di pikirannya cz pertama karena dia gak menunjukkan tanda-tanda punya cewek terus yang kedua karena dia sibuk banget ma kerjaannya, wew…

Setelah aku interograsi ternyata pertemuan dia dengan sang bidadari hatinya itu karena dikenalin kakaknya sekitar 6 bulan yang lalu lalu berlanjut ke saling tertarik lalu pacaran lalu sreg lalu merencanakan pernikahan lalu memutuskan kalo tgl 3 Maret 2010 nanti si abang Kei mau merit!huwaaaaaa….aku seneng, terharu euy! Tengah malem di kos aku cekikikan sendiri di telp hehehee

[eniwe, bener yah bang gt urut-urutannya??hehhee]

Dan yang bikin aku ‘sedikit’ melongo adalah karena ternyata si calon istrinya abang masih seumuranku, lebih muda dari aku malah. Masih 23 tahun! abangku kan udah tuwir…udah 32 tahun hahhahaa *pisss bang!* :D

Terus dia keturunan Pakistan gt deh, cakep lah!^^

Bagus lah, cowok cakep ketemu cewek cakep hihiii… (bagi yang disebut dilarang GR!) :p

Lalu si abang tanya2 tentang Yudha hehehee… so far so good lah (dibuat ajah kek gt hohoo) lalu dikasih doa moga cepet merit, amiiiinnnnn (waahh kenceng banget neh aminku hehee)

Obrolan diakhiri karena sinyal yang putus-putus. Mojokerto-Makassar juga sih soalnya hehhee

Well, waw… aku ikut senang bang akhirnya kau menemukan bidadarimu (pengganti si M***, xixiixii) moga rencana lancar, moga hari-H nanti  lancar setelah acara juga lancar, dapat keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, diridhoi Allah, moga cepet dapat buah hati, moga pernikahan nanti langgeng sampai waktu-NYA, amiinnn…Photobucket

Abang Kei

**thx bang udah ngasih kabar, cieehh aku jadi orang pertama yang dikasih tahu… janji gak bakal nge-wall aneh-aneh di FB mu kok biar rencana ‘kejutanmu’ sukses gitu  (eh tapi aku publish di blog ini bang?gimana hayoo… hmmm gpp yah?kan maren janjinya gak nge-wall aneh2 di FB!hahahhaa)

***

Mojokerto, 26 Januari 2010

Minggu, 27 Desember 2009. Udara sore yang sejuk setelah hujan seharian. Di kursi teras depan rumah. Kota Malang.

Dia: hmmm… (membuka pembicaraan, jelas sekali terlihat kalau butuh waktu lama mengumpulkan ‘keberanian’… gimana aku bisa tahu?lihatlah gerakan badan dia dan..matanya!) sampean udah bilang ma ibu dan bapak?

Aku: Tentang? (kali ini aku benar-benar berakting!aku tahu kemana arah pembicaraan dia, hehee)

Dia: (tatapan mata gelisah) tentang kita… (nada menyerah)

Aku: yang mana? (masih berniat menggodanya) :D

Dia: aahh… yawda deh (muka kesel plus jengkel)

Aku: hehehe…damai damai… tentang kita yang mana sayang? hmm??  hmmm?? :D(menaikkan alis mata, menggoda)

Dia: (ambil napas) nikah…

Aku: ooohh ituuu toh hehheee (bener-bener jayus ketawaku saat itu…lah gak ada tanggapan dari dia..) :D

Dia: Gimana?

Aku: hmm… aku udah tanya-tanya ma ibu terus ibu juga udah bilang bapak…

Dia: Terus…?? (gak sabaran bener seh nih orang wakakkakaka)

Aku: Kalo ibu ok, bapak juga ok….kalo keluarga sampean gimana?

Dia: Kata ibu sih minimal setelah 100 harinya kakek nanti kalau misal keluarga sampean udah ok semua baru ibu ma bapak kesini lagi…

Aku: Gitu itu ngapain yah Nda? (pertanyaan bodoh!) :))

Dia: Yaah…pembicaraan dua keluarga Nay… tar juga tahu (menjawab sekenanya tapi dengan nada yang menyejukkan, hihii)

Aku: oohh… (ngangguk-ngangguk gak jelas) Oia Nda, sampean serius ma aku?

Dia: (mendengar pertanyaanku ekspresi kagetnya bener-bener dapet!hehee) yah jelas lah Nay…

Aku: (pertanyaan bodoh ke 2) Kenapa mau nikah ma aku?

Dia: Aku sayang ma sampean…aku mau berumah tangga ma orang yang aku sayangi

Aku: (pertanyaan bodoh ke 3) Kenapa sayang ma aku?

Dia: yah karena… (wahahahaa…suka banget ekspresi dia kalo lagi bingung gitu, cakep cakep!hahaa) haduuh… apa yah…

Aku: Apa dunk? (kejarku tak kenal menyerah) :D

Dia: Sampean baik, setia, manis… aku cocok ma sampean (berasa makanan dreehh jadinya, cocok??ugh!) :’(

Sebenarnya aku udah bisa nebak jawaban dia bakalan kek gitu tapi tetap aku tanyain…hmmm sapa tahu dia punya jawaban-jawaban romantis nan indah syalalalaa…hahhaa padahal aku tahu si dia sangat gak pandai merangkai kata-kata apalagi berpuisi syahdu, huuuhhhh…hehee. Beda ma aku karena jika aku ditanyain pertanyaan yang serupa aku bisa jamin dia bakalan terharu mendengar kata-kataku hahhaaa… udah pernah aku coba!ckckckckckk :D

[melanjutkan tanya-jawab] :D

Aku: Lantas… sampean pingin kapan kita “itu”? (itu = nikah, amat sangat bikin merinding mengucapkannya) :D

Dia: Pinginku sih bulan ****** (di sensor yak hehhee) tapi aku menunggu keputusan sampean kok

Aku: Waahh bulan ****** ?? kurang ***** bulan dunk yah? (semakin merinding membayangkannya)

Dia: Tapi sampean tanya dulu ibu ma bapak sampean yang jelas orang tuaku udah siap kapanpun orang tua dan sampean siap kok

Aku: Iyah… oia sampean ngajak aku nikah kok kek gitu sih??

Dia: Terus harus gimana?

Aku: Yah yang romantis kek…yang gimanaaaa gituu (korban telenovela neh aku hahahaa, iya dunk ni kan momen sekali seumur hidup harus berkesan kan??hehee)

Dia: (masih dengan kebingungan) hmmm… gimana Nay? sampean jangan ngerjain aku mulu ah… (manyun)

Aku: hehehhee… iyah iyah, aku tahu sampean kok… huuhh :(

***

jreng jreng jreeeeeng…menikah…walah, menikah sodara sodara!!hehhee

Nggak kerasa ternyata aku udah 23 tahun..hampir 24 tahun.

Tapi kok aku ngerasanya masih ABG yah? (cuih..hhehe)

Dan aku harus menghadapi suatu proses dimana aku dihadapkan pada suatu pilihan yang sebenarnya aku gak boleh memilih karena pilihan itu udah mutlak jawabannya, menikah.

xixixixii…lucu yah…aneh…ngebayangin gimana jadinya 2 manusia yang sama sekali berbeda nanti bakalan menyatu dalam bingkai bernama ‘pernikahan’. Cuma satu harapan… jika waktu itu datang, entah kapan. Aku sudah benar-benar tahu tanggung jawabku yang tak cuma ditagih di dunia tapi juga di akhirat. Duh Gusti… teguhkan pilihan ini, perlancarkan segala rencana, ridhoi kami, jadikan kami keluarga yang saling menyayangi kelak, mencari ridho-Mu, menuju surga-Mu, amiin.

***

oia, satu hal, aku dan dia hampir gak ada rahasia besar yang kami tutupin. Tapii…haduuh ngerasa bersalah nih… ituu… aku punya 1 rahasia yang (menurutku) guedeee banget… apa tuh?BLOG ini! iya blog ini. Ini rahasia terbesarku ke dia hahahaaa… gak tahu gimana reaksinya kalo sepanjang perjalananku ma dia (sebagian) aku tulis di blog ini dan dibaca khalayak umum!errr…serem juga ngebayanginnyaa hihii…Photobucket

***

UPDATE! (26/01/2010) semua itu hanya tinggal rencana…dan Alhamdulillah keputusan itu datang sebelum semua terlambat :)

***

Mojokerto, 29 Desember 2009

drrrttt…ddrrtttt…drrtttt…

Handphone ku bergetar. setelah aku lihat ternyata reminder yang sempat aku setting beberapa waktu yang lalu.

Isinya:

Parent’s Wedding Anniversary, Jumat, 23 Desember 1983

Waaahh…gak kerasa bapak dan ibu udah bersama selama 26 tahunPhotobucket

Mungkin ibu dan bapak lupa kalau hari ini adalah hari dimana 26 tahun yang lalu mereka melangsungkan pernikahan dan menjadi momen terbahagia di hidup mereka. Jangankan mengingat peristiwa 26 tahun yang lalu, mengingat sekarang tanggal berapa saja aku yakin ibu dan bapak sudah tidak sempat, hehhee.

Sedangkan jika aku mau mengucapkan selamat HUT pernikahan ke ibu-bapak kok yah rasanya aneh (soalnya di keluargaku itu gak ada tradisi-tradisi mengucapkan hari ulang tahun dan semacamnya)^^

Tapi gak pa-pa lah setidaknya dengan aku tahu kalau ibu dan bapak sudah menjalani kehidupan berumah tangga selama 26 tahun yang aku yakin bukan hal yang mudah. Itu prestasi. Prestasi yang luar biasa. Buatku. Karena bisa dibayangkan tinggal bersama selama bertahun-tahun dengan orang yang sama pasti akan ada hal-hal yang sewaktu-waktu bisa membuat mereka terpisah. Dan itu tidak terjadi di keluargaku. Alhamdulillah. Karena aku tahu sendiri bagaimana 2 manusia yang sama sekali berbeda itu (bapak dan ibuku) sehari-hari berbicara, berbagi dan bersama. Yang menurutku (seharusnya) hampir tidak mungkin mereka bisa bersama selama ini.

Aku banyak belajar dari mereka. Yang aku harap nantinya ketika aku mempunyai keluarga sendiri, aku bisa mengambil yang baik dan sebisa mungkin menghindari yang jelek yang mampu aku lihat dari kehidupan keluargaku.

Tuhan, lindungi dan jagalah kedua orang tuaku di setiap kata dan di setiap sikap, muliakanlah kedua orang tuaku di dunia dan di akhirat, jadikan kami keluarga yang sakinah dan yang Engkau ridhoi yaa Rabb, amiin…

Untuk kedua orang tuaku, yang mungkin tak pernah tahu tulisan ini…

Astri sayang bapak dan ibu, selalu… moga Astri bisa jadi anak yang membanggakan bapak dan ibu, yang bisa membuat ibu dan bapak bahagia ^^

***

Mojokerto, 23 Desember 2009

Priya menikah dengan Hitesh.
Pada pesta pernikahan,ibu Priya memberinya sebuah buku tabungan.

Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000).
Dia berkata, “Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang,masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya. Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar. Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh. Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya kehidupan pernikahan yang kamu miliki.”

Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah pesta usai. Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu.

Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :

  • 7 Februari : Rs 100 (Rp 24.600), perayaan ultah pertama untuk Hitesh setelah menikah.
  • 1 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik
  • 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali
  • 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil
  • 1 Juni ; Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan
  • … dan seterusnya …

Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia … tidak ada lagi cinta … sesuatu yang sangat tipikal di masa ini.

Suatu hari Priya berkata pada ibunya, “Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi. Kami setuju untuk bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !”

Ibunya menjawab, “Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini. Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian? Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis. Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk.”

Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu. Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya. Dia melihat, melihat, dan melihat.

Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya. Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang.

Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu pada Hitesh, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai.

Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya. Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan catatan di dalam buku tabungan: ‘Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati. Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku.” Mereka berdua berpelukan dan menangis dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula.

Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun? Saya tidak bertanya pada mereka. Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.

* * * * *

“Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. “

= Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =

sumber: inbox email

Long time no post :D

jadi bingung mw posting paan..

hehee…

gak ada sesuatu yg terjadi..

dunia(ku) sama saja seperti kemarin2..

cuman kerjaan jadi makin numpuk..karena sekarang jadi penduduk paling ayu di kantor,,hihii…cewek ndiri siii…

Insya Allah, bulan Juli nanti mbak ku tercinta mau menikah :)

Pernikahan pertama di keluargaku (yaeyalah..mbak ku kan ank pertama :D )

Taukah siapa orang yg paling sibuk ngurus ini itu?

orang yg paling bawel cz selalu ngingetin nama2 orang yg bakal diundang dan membuat list namanya?

yg nyari info harga tenda+kursi, salon, dll nya?

yg membuat perincian harga2 dari itu semua?

Tau siapa?

mbak ku kah? hmm..bukan…

bapak n ibu? gag ngomel2 tuw…

lah trs siapa dunk?

Well, gag lain dan gag bukan adalah saia sendiri..makhluk paling maniz di keluarga (hahaa..manis disini tentu versikuu)

Gag tau yah knp kalo ada acara kek dulu khitanan adek ku, reunian SMA, atopun gy ngumpul2 ma temen2, naluri pengaturku muncul :D

Mungkiing…karena aku ini suka semua yg serba teratur..serba direncanakan..dikoordinisir…

Dan di keluarga orang yg paling cerewet yah saia ini..hohoo (cerewet tapi bangga) :D

Paling ndak suka semua yg serba dadakan…

ugh..

jadi tema kali ini adalaaaah.. Wedding Organizer wannabe,,heheee

(terinspirasi dari film Wedding Planner,,hmm menjadi sebuah mimpi kelak, amin amin..)

Last, moga acra pernikahan mbak ku berjalan dengan lancar..mulai dari persiapan sampai hari H nya nanti dan moga saja nanti saia dapat membantu sekuat tenaga (intinya neh, rela mbabu asal mampu menyukseskan!hehe) Amiiin…

minta doanya juga yah teman2 :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.