“Tuhan Memberi Apa yg Kita Butuhkan bukan Apa yg Kita Inginkan…”

Tiap dengar kalimat ini aku selalu flashback ke masa2 sekitar 15 tahun yang lalu…saat itu usiaku baru 8 tahun.

Kenapa aku mengingat peristiwa itu?yaahh..karena meskipun saat itu aku masih kecil tapi peristiwa itu begitu amat melekat sampai sekarang.

Apa itu?

***

….15 tahun yang lalu…

Sekitar pukul 2 siang, hujan cukup deras, aku, bapak, ibu dan Angga (adek ku yg masih berusia 6/7 tahun) berkumpul di depan TV hitam putih yang tidak dinyalakan karena takut akan petir.

Tak banyak pembicaraan yg terjadi kala itu, ibu sibuk membuat adonan kerupuk yg nantinya akan dijual ke warung2. Aku membantu mengupas bawang putih, bapak terlihat sedang mencukur kumis dan Angga bermain mobil2an yg entah dulu pemberian siapa.

Angga: “Bu, aku laper…” suara Angga memecah keheningan.

Saat itu aku ingat bapak dan ibu serentak menghentikan aktifitasnya dan saling memandang…dengan pandangan menyerah…

Ibu: “hmmm…sabar yah nak nanti ibu masakin dulu.” Jawab ibu dengan nada parau.

Aku tahu saat itu ibu dan bapak sedang tidak punya uang, nasi sepiringpun tak ada, uang bapak dan ibu begitu cepat habis tak lain karena aku. Yah dari kecil aku sering sakit2an…

Saat itu pekerjaan bapak juga tak menentu, kadang ada kadang juga tidak.

Pernah sekali waktu bapak ditipu temannya, uang yang seharusnya bapak dapat tak pernah sampai ke tangan bapak. Kejadian itu membuat bapak terpukul hebat dan sampai aku berumur 8 tahun saat itu aku melihat bapak pingsan untuk pertama kalinya (moga ajah juga u/ yg terakhir kali) padahal tak pernah aku melihat bapak selemah itu, yang aku tahu (sampai sekarangpun) bapak sosok yang teramat tangguh dan pekerja keras.

“Ngga, yuukk ujan2an sambil nunggu masakannya matang!” ajakku penuh semangat khas anak kecil (baru nyadar ternyata bakat berbohongku telah tumbuh sejak kecil😀 )

“Yuuk mbak…”

Aku dan adek ku pun serentak melepas kaos dan hanya tersisa kaus dalaman sajah dan celana pendek.

Dengan riang dan sesekali berteriak karena mendengar suara petir kamipun berlari2 mengelilingi kampung. Sepi saat itu.

Sampai ketika aku dan adek ku puas hujan2an kamipun pulang..

Di tengah perjalanan ke rumah…

Adek ku tiba2 berhenti berlari.

“Mbak As, itu ada uang…!!” tunjuk Angga pada 2 lembar uang seribu rupiah yg terjejer vertikal di depan kami.

Saat itu pengalaman pertamaku menemukan uang.

Hati kecilpun saling beradu. Antara iyah dan tidak untuk mengambil uang 2 ribu rupiah itu. Karena saat itu nominal dua ribu rupiah sangat besar mengingat uang saku sekolahku Rp. 75.,

“Mbak tar kan bisa dibeliin bakso uangnya…” rujuk Angga saat melihat sikap ragu2ku mengambil uang itu.

Dan akupun akhirnya mengambil 2 lembar uang itu, seribu rupiah aku berikan ke Angga.

Aku dan Angga berlari kencang sekali menuju rumah serasa menemukan harta sekarung!

Sesampainya di rumah…

Aku dan Angga berebut menceritakan penemuan ‘harta karun’ itu pada ibu dan bapak.

Aku masih ingat senyum ibuku saat itu🙂

Dan kami sekeluarga lalu membeli bakso, subhanallah makan bakso saja rasanya nikmaaaattt sekali🙂

Sekarang aku jauh lebih memahami Tuhanku sendiri…Dia Yang Maha Berkehendak dan juga Maha Penyayang..

Dia tahu apa yg kita butuhkan🙂

Saat itu aku mengira uang yg tergeletak itu hanya kebetulan belaka tapi sekarang aku baru sadar bahwa di dunia ini gak ada yang kebetulan semua sudah menjadi takdir tiap2 makhluk Allah.

“Ingatlah akan salah satu rukun Iman: Iman Kepada Qodho dan Qodar

semua yang terjadi merupakan Qodho dari Allah, jadi kita wajib mengimaninya.
tidak ada yang namanya “kebetulan”, yang ada hanyalah Qodho Allah SWT.”

***

Tiap kali aku ingat peristiwa dan segala masa lalu ku aku selalu menitikkan air mata bukan karena menyesal atas semuanya tp ada rasa syukur yg tak terhingga disana.

Mengingat tatapan2 kosong dan tak berdaya bapak, ibu dan Angga kala itu…akh!

ya Allah sungguh suatu yg tak pernah aku bayangin kalau sekarang aku bisa seperti sekarang…

Aku pernah mengalami masa dimana menu makanku nasi + garam ato nasi + terasi saja, dan sekarang?insya Allah aku bisa makan apapun yang aku mau.

Dan untuk semua peristiwa2 di masa kecilku itu membuatku sangat menghargai makanan. Dari dulu sampai sekarang aku selalu menghabiskan makananku dan paling benci liat orang yang membuang2 makanan hanya karena alasan “bosan..” “gi males..” dan berbagai macam alasan lain..

aku dan adek ku

aku dan adek ku

Kadang pengalaman yg pahit ato bahkan buruk jika kita mampu membuka hati dan berusaha mencari hikmah yg tersembunyi dengan pikiran positif pasti kita akan menemukan rahasia kenapa Allah mengizinkan semua peristiwa itu terjadi kepada kita🙂

Kita akan sangat menghargai hujan setelah kemarau…

akan sangat menghargai kebahagiaan setelah sedih…

akan sangat menghargai makanan setelah kelaparan…

akan sangat menghargai seseorang setelah kehilangan…

Rabb, untuk siapapun yg kehilangan uang dua ribu rupiah yg aku temukan saat itu berilah dia rejeki yg halal..yg barokah…yg bermanfaat, amiin🙂

Teman, bersyukurlah ketika mendapat rejeki dan bersabarlah untuk setiap cobaan di hidup ini. Insya Allah semua akan indah pada waktunya.

_Mojokerto, 23 Juli 2009_