Seorang gadis berkata kepada ibunya,
“Ibu, engkau sentiasa kelihatan CANTIK..Aku ingin sepertimu, beritahulah aku rahasianya”
Dengan tatapan penuh kasih sayang, si ibu menjawab dengan senyuman,

“Untuk bibir yang menarik, sentiasalah mengucapkan perkara yang baik,
Untuk menyerlahkan lesung pipit di pipi, sentiasalah tebarkan senyum ikhlasmu di muka bumi,
Untuk mata yang indah menawan, sentiasalah melihat kebaikan orang lain,
Untuk tubuh yang langsing, senantiasalah sisihkan makanan untuk fakir miskin,
Untuk jemari tangan nan lentik menawan, senantiasalah menghitung doa dan pujianmu,
Untuk wajah putih bercahaya, sentiasalah membasuh mukamu pada setiap penggantian waktu (wudhu) ,

“Anakku, kecantikan lahir akan pudar oleh waktu, tetapi kecantikan perilaku tidak pudar walau kematian datang menjemputmu. .”

***

>> Pagi-pagi (waktu buka email) sudah disuguhi tausiyah keren^^

Moga yang mengirim email itu mendapat pahala dari Allah, amiin..

Jadi merasa ‘tertampar’ membaca paragraf2 itu…

Betapa tidak, kita (aku lebih tepatnya) sangat concern memperbaiki fisik, gemukan dikit udah bingung gimana caranya kurus bahkan segala cara dilakukan sampai ada yang operasi sedot lemak! Alhamdulillah aku gak pernah selintaspun terpikir melakukannya (duitnya sapa buuu..hahaa), terus wajah ada kerutan dikit ajah udah sibuk beli pelembab, krim malam, krim pagi, krim siang, krim petang (lebay)πŸ˜€ yaah..pokoknya enn intinya sebisa mungkin memoles yg nampak, membuat indah lahiriah gt lah..aku rasa para kaum hawa lebih paham tentang iniπŸ˜€

Tapi di sisi lain…

yang lebih penting, yang lebih abadi seringkali kita (aku) kesampingkan..

Yaahh..kecantikan batiniah, kalo orang bule bilang inner beautyπŸ˜€

Intinya, cantik fisik boleh tapi juga harus diimbangi ma kecantikan perilaku. Setuju kaan??moga kita senantiasa diingatkan^^

Ya Rabb… selalu bimbinglah kami untuk tidak silau oleh dunia dan yang semu yaa Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang kami berlindung kepada-Mu dari sifat munafik dan berburuk sangka, amin amiin yaa rabbal ‘alamin …


Mojokerto, 15 Oktober 2009