Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau s’lalu di sini
Menemani aku bernyanyi
Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu hingga kau tertidur pulas…
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain

Saat perutku mulai buncit…
Yakinlah ku tetap yang tersexy…
Dan tetaplah kau s’lalu menanti…
Nyanyianku di malam hari…

by: Sheila on Seven

Malam-malam sebelum tidur, aku mendengarkan musik seperti biasa dan gak sengaja di list laguku ada lagu ini, hmm…damai banget dengerinnya (padahal biasanya juga enggak loh…hehhee) mungkin karena saat itu suasana di kos gi sepi padahal juga masih sekitar jam 9 malam. Dan juga (mungkin) karena saat itu suasana hatiku sedang gundah gulana tak tahu arah dan tujuan (wakakakakkakak…lebay ini)😀

Waktu menghayati (niat banget neeehhh… “menghayati” wahahhaa) tiap bait lirik lagu itu yang jadi bayanganku adalah… sepasang suami istri yang saling setia, saling sayang, saling menghormati sampai tua. Pun ketika roda kehidupan sedang berputar dan mereka sedang di putaran bawah.

Pas lirik yang ini,

"Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain"

Indah banget yaahhhPhotobucket

Apalagi jika kisah di lagu itu yang mendominasi dunia ini…

(gak hanya berita cerai2 mulu, kan?)

Semoga nanti, ketika Allah sudah menakdirkan aku untuk menikah dan memiliki seorang suami, kami (aku dan dia) bisa seperti lagu itu, selalu setia menjaga komitmen dan janji yang kami buat di depan Allah, amiiinn… (waaaahhh…merinding neh ngebayanginnyaa😀 )

***

Mojokerto, 11 Desember 2009