Rabu, 16 Desember 2009

Bisa jadi itu hari bersejarah dalam hidupku…

Hari dimana aku menangis histeris, hari dimana tetesan air mata seolah tidak ada habisnya, hari dimana untuk kesekian kalinya hatiku hancur oleh satu kata bernama ‘Pengkhianatan’.

Di hari yang sama ketika aku berdoa kepada Rabb ku agar semua kebohongan terungkap, agar semua kepalsuan tersingkap, agar tidak ada kata ‘kami’ jika mudharat lebih banyak daripada nikmat.

Hari ketika semua informasi mengalir deras seperti badai tsunami 2004 lalu.

Aku terdiam bukan lantaran gak bisa berbuat apa-apa.

Tapi karena menyesali kebodohanku.

Dan aku masih sangat bersyukur karena Allah masih sayang ma aku, masih membuka mataku, menunjukkan semua itu 🙂

Thx Allah…

Terima kasih juga Allah, di saat-saat terburukku dan di saat rapuhku Engkau memberiku sahabat-sahabat yang sangat baik 🙂

Membuatku merasa tidak sendirian

Menguatkanku saat aku mau terjatuh…

Untuk kamu teman: Aku berhutang budi kepada kalian!^^

Related Quote:

“Persahabatan seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan menghapusnya”.

***

Mojokerto, 17 Desember 2009

(waaaahhh gak kerasa yah..bsk udh tgl 18 Desember 2009 / 1 Muharram 1431 H,
mari Buka Semangat Baru buka lembaran baru, smangaattt, Bismillaaah….)Photobucket

Iklan