Mengetik dengan mata berkekuatan 5 watt. Setelah (hanya) tidur satu jam semalam. Mengalami pembicaraan dengan ‘dia’ yang cukup menguras berbagai macam emosi, tawa, becandaan yang saling sambung menyambung, ejek-ejekan, ide jahil sampe menjadi melankolis penuh kata-kata puitis.

Aku takut.

Takut.

Takut.

Takut.

Takut.

sumpah takut…

Aaahh…Photobucket

Aku takut jika ternyata dia potongan ‘puzzle’ yang aku cari itu….dan bukan dia (yang lain, yang sekarang)

1 potongan puzzle yang mampu menyempurnakan dan menggenapkan bagian kosong… disiniPhotobucket

Hmmm entahlah…aku harap ‘dia’ hanya hadir sekilas saja, seperti fatamorgana.

Datang dan hilang…lalu sudah.

aku takut ketika aku memilih bahagiaku maka akan banyak jiwa-jiwa yang terluka disana, pada saat yang sama.

Karena aku mau ketika nanti aku tersenyum bahagia maka pada saat yang bersamaan orang-orang yang aku sayangi juga merasakan bahagiaku, pada saat yang sama.

Dear God, ini cuma mimpi kan Tuhan? gak beneran kan? aku mau bangun segera Tuhan… dan menghadapi dunia nyatakuPhotobucket

***

dedicated to: ‘D’

Mojokerto, 30 Desember 2009