Setelah berbagai sandiwara hebat yang ‘D’ perankan seminggu terakhir ini akhirnya harus aku akui dan dengan sedikit berat hati aku harus menerima kenyataan kalau feelingku benar, asumsiku beralasan, instingku tepat! Bahwa itu semua…

B O H O N G

T I P U A N

S A N D I W A R A

Satu hal yang aku heran, kenapa dia berani benar yah melakukan itu semua? melakukan berbagai kebohongan mulai dari nama, keluarga, asal usul, jati diri, materi, perasaan, apapun!yah apapun. Padahal tembok rumahku bagian belakang dempet ma tembok rumahnya. Apa dia gak pernah mikir kalau kebohongannya itu akan dengan sangat mudah aku cium dan aku ketahui?! Itu semua buat apaa?? its a big big questions for me… Apa karena aku nampak mudah percaya? apa aku terlihat mudah diperdaya?kenapa Dimas?upss..Nico maksudku.

Padahal ketika pertama kali aku ketemu kamu, aku tertarik mengenalmu lebih jauh, sebagai sahabat. Yah, aku ingin sekali punya sahabat di kampungku karena selama ini sahabat di kampungku yah sodara-sodaraku sendiri. Yang notabene sekampung berisi keturunan-keturunan mbah buyutku heheee.

Dia menyusun skenario sedemikian rupa, sedetail-detailnya, semeyakinkan mungkin, dan harus aku akui dia berhak dapat piala CITRA!!untuk kategori…Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, yeaaahhh kamu berhak memenangkan semua kategori itu Dimas, aahh Nico maksudku..whateverlah!!

Ok, harus akui sekarang, aku sempat membohongi hati kecilku sendiri yang sudah berteriak-teriak minta didengar. Hati kecilku bilang “ada sesuatu yang gak beres Astri, buka matamu!”

Dan aku cuek. Gak peduli. Tetap melangkah walau ragu-ragu. Hati kecilku membalas, “Nanti kamu akan tahu siapa dia..”

Well, Minggu, 3 Januari 2010 pkl. 15.30 WIB.

Semuanya terbongkar. Dan dia seolah lenyap begitu saja. Hilang tanpa jejak. Menyisakan dendam. Yang akhirnya dengan susah payah, sekarang sudah bisa aku redakan.

Kemana sumpah atas nama Tuhanmu, kawan?

Kemana kata-kata bertabur bunga itu, teman?

Kemana?

Begitu cepat kan semuanya terbongkar?yah… dan itu yang aku sampaikan (secara gak sadar) ke kamu beberapa hari sebelum semuanya terbuka.

Aku ingat aku pernah bertanya,

“Dimas, (hmmm ternyata namamu Nico) pernah kah kamu bohong ma aku?atas kata-katamu…atas sikapmu..atas semuanya..pernah?”

“Kamu ngomong apa?”

“Jawab saja pertanyaanku, aku juga gak tahu kenapa aku tanya ini ke kamu…”

“Enggaklah..ngapain aku bohong sama kamu”

“ok, hmmm…well, ingat yah Dimas gak ada kejahatan yang sempurna.” (aku akhiri dialog via sms itu dengan penuh kejujuran)

Jujur, sayang banget cowok secakep kamu, seberkarisma kamu, sesempurna km (secara fisik) tapi tak bisa punya memaksimalkan otak untuk menimbang segala perbuatanmu juga tak punya perasaan…

hmmm punya perasaan tapi sepertinya mengalami disfungsi😀

Haaaahh…sudahlah aku yakin Tuhan gak tidur. Moga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memperbaiki diri yah Nico (waahh..kali ini aku tak salah menyebut namamu!)😀

Amiin…

>>Akan aku simpan semua cerita di penghujung 2009 dan diawal 2010 ini buat pelajaran ke depanku…hmmm…moga tak lagi tertipu, amin🙂

dedicated to: Tetangga baruku^^

***

Related Posts:

Mojokerto, 6 Januari 2010