Waaw…today is amazing morning like my amazing smile hehheePhotobucket

Entahlah, mulai kemarin sejak aku memutuskan untuk ‘berdamai’ ma diriku sendiri berdamai dengan pikiran2 yang kebanyakan busuk itu dan pelan-pelan merasakan indahnya bersyukur nikmatnya tersenyum yang tulus dari hati. Mulai belajar memaafkan mulai mengintrospeksi diri sendiri dan mulai menyadari ternyata hidup ini indah kok, dunia ini gak cuma dipenuhi kemunafikan tak cuma diisi hujatan, cacian, dendam, amarah, prasangka, dan dusta saja tapi lihatlah dunia juga diisi dan dipenuhi dengan cinta dengan senyuman dengan ketulusan dengan  keunikan2nya yang membuat hidup kita jadi berwarna dan gak monoton. Ya kan? 🙂 iya! jika kita mau bersyukur dan selalu belajar untuk positive feeling.

Kalian tahu teman, kemarin malam hari malam pertama aku gak merasakan sakit kepala yang menyakitkan itu loh dan pagi ini aku sudah menstruasi hari pertama padahal udah telat sekitar hampir 2 minggu, eits…jangan mikir yang enggak-enggak yah??hehee. Karena biasanya tanda2 aku mulai stress adalah siklus menstruasiku telat sampai pernah 2 minggu lebih, awut-awutan deh😀 [mungkin ada alasan yang ilmiah antara stress ma pengaruh ke siklus mens, hehee..entahlah]

Tapi gara-gara aku sudah mulai belajar berdamai ma diri sendiri udah mulai belajar ikhlas dan tulus aku sudah bisa merasakan perubahan positif loh… itu masih baru belajar teman gimana yah kalau kita udah jadi ‘ahli’ mengendalikan perasaan? Waaahh…pasti hidup akan terbebas dari stress yang gak perlu deh😉

oh well, apa itu positive feeling? positive feeling atau kalo dalam bahasa Indonesianya disebut  ikhlas. Melakukan segala sesuatu dengan ikhlas akan sangat memudahkan   apapun yang kita kerjakan, kan? dan tentunya akan membuat kita lebih bahagia. Ini ada artikel menarik tentang positive feeling dari note facebook adekku😉

Mengejar kesuksesan dan kebahagian dengan berpikir positif saja memang bisa berhasil. Namun, hasilnya akan lebih optimal jika kita menggunakan perasaan positif dan menyelaraskannya dengan pikiran positif.

Berapa banyak keinginan yang tercapai ketika perasaan Anda positif alias ikhlas? Sebaliknya, ketika perasaan Anda negatif alias dipenuhi nafsu dan emosi, apa yang Anda rasakan? Makin jauh dari “kemudahan”? Benar sekali.

Bayangkan ketika kita berada di zona nafsu. Kita selalu diliputi rasa cemas, takut, dan penuh amarah. Alhasil, kita seperti kehabisan tenaga. Semangat pun tak banyak tersisa karena zona ini memang diselimuti energi rendah. Sementara, ketika hati terasa lapang dan ikhlas (positive feeling), kita akan merasa penuh tenaga. Karena memang energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia.

Nah, perasaan-perasaan ini yang menjadi sistem navigasi hati kita. Sistem yang memberitahu kita untuk selalu berada di “jalan benar” menuju tujuan. Permasalahannya, bagaimana agar kita selalu merasakan positive feeling ini? Jangan khawatir, ada rahasianya, kok.

1. Geser Keseriusan Menjadi Keasyikan
Ketika kepala penuh dengan hal-hal serius, segala sesuatu akan terasa sulit dicapai. Coba geser keseriusan di kepala menjadi keasyikan di hati. Tarik napas dalam, embuskan perlahan. Tekan tombol rileks di kepala, senyum di wajah dan tenang di hati. Rasakan pelan segala urusan jadi begitu lancar dan penuh kemudahan.

2. Operasikan Pikiran Dengan Sengaja
Untuk jadi sukses, kaya atau bahagia, memang harus menciptakan pikiran yang membuat kita merasakan hal tersebut. Ubah kalimat “Saya ingin bahagia” menjadi “Saya sudah merasa bahagia” (dengan semua yang kita punya). Memang sulit dilakukan. Kebanyakan orang belum terbiasa puas dengan apa yang mereka punya. Namun, karena ini masalah kebiasaan, Anda hanya perlu berlatih.

3. Fokus Tapi Damai
Salah satu sebab kita mudah terbawa ke zona perasaan negatif adalah terlalu sering memaksa atau menuntut banyak dari diri kita sendiri. Memaksakan diri terus bekerja hingga energi habis, padahal kita hanya punya satu badan, dua tangan, dan dua kaki. Setelah lelah mendera, kita juga masih berharap bisa bersikap riang dan menyenangkan orang lain. Berbahagialah, apa pun situasinya dan izinkan diri Anda beristirahat. Setelah tubuh segar, perasaan pun akan kembali positif.

4. Menyetel Perasaan Positif
Perhatikan satu obyek yang menyenangkan di sekitar Anda (bisa barang, orang atau situasi). Rasakan benar-benar selama 2-3 menit betapa beruntungnya Anda memilikinya. Rasakan perubahan perasaan Anda. Pasti jadi lebih enak dan positif. Pindahkan perhatian Anda pada obyek lain dan lakukan hal yang sama. Lakukan sepanjang hari dan jagalah perasaan enak ini selama mungkin sambil beraktivitas. Semakin sering Anda melatih perasaan positif ini, makin berkurang perasaan tak enak di hati.

5. Selaraskan Pikiran Dengan Perasaan
Jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran, biasanya muncul keraguan. Ini sama saja Anda menyabotase harapan untuk mencapai sesuatu tersebut. Anda perlu berlatih menyelaraskan pikiran dengan perasaan. Caranya, ubah kalimat “Saya ingin langsing” yang terasa kaku dengan “Rasanya lebih enak ya, kalau saya langsing” yang terasa lebih sejuk di hati.

Mulai sekarang, prioritaskan diri Anda untuk merasa positif sebelum melakukan apa saja. Dengan positive feeling ini, sukses dan kebahagiaan hanya tinggal masalah waktu. Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak. Dengan kata lain, jika positive thinking memakaia tenaga 1 watt, maka positive feeling memakai tenaga 5000 watt. Itu sebabnya, positive feeling lebih kuat dibandingkan positive thinking.

Coba praktekkan cara-cara itu teman. Santai saja. Pelan-pelan. Resapi dan rasakan tiap perubahannya🙂

Nanti kalau sudah merasakan perbedaannya ceritain ke aku yaahh…Photobucket

***

Mojokerto, 22 Januari 2010