Menjadi keras tak pernah jadi mauku…
Tak bersuara, menyudut, seolah tak mendengar dan tak melihat apa-apa juga bukan inginku…

Dulu, membuatmu tersenyum, bahagia dan penuh suka adalah hal-hal yang menjadi prioritasku
Tak bermaksud dibalas dengan hal yang serupa karena aku yakin kau tak kan mampu…
Hanya ingin senyummu selalu terkembang di setiap harapan yang coba kau genggam

Harimu berat, aku tahu
Hidupmu tak mudah, aku paham
Masa lalumu kelam, aku terima

Dan karena semua itu menjadikanku terlalu lunak, tak masuk akal terkadang
hanya satu hal, aku tak mau membebanimu…

Hari berganti hari
pun ketika tawa terganti oleh duka
Aku masih ada disana, disampingmu, menyeka peluhmu, menghapus air matamu
Tak lengah sedetikpun

Dan kau mulai menyadari satu hal, aku tak bisa hidup tanpamu…

Sesaat setelah kesadaranmu itu hadir sekelebat
Kau mulai berulah nikmat
Tak menghiraukanku yang mulai tercekat
diantara malam dan dingin yang merapat

tangisku tak kau dengar
rintihku tak kau hirau
lalu aku membisu diantara itu
meratapi kebodohanku lagi-lagi


Setelah semua yang indah tiada
kau datang padaku menengadah

ribuan janji dan maaf meluncur dari bibirmu
sempat aku jemu dengan itu
tapi kau yakinkan aku
bahwa janji itu benar
maaf itu benar

Semua penyesalan nampak di wajah tirusmu
membuatku bergidik ngilu
tak mampu menuruti ego luar biasaku

Aku beri kesempatan untuk kesekian kali
hanya dengan satu keyakinan tak akan terulang lagi

Sesaat, perubahan itu aku dapat
sikapmu nampak bersahabat

tapi sesaat… yah hanya sesaat

karena setelahnya aku dapati luka yang dulu-dulu
di tempat yang sama kau sayat dengan sembilu
sampai ke ulu-ulu

Aku membeku
Hatiku membeku
tatapku membeku
kata-kataku beku

Guratan kecewaku nampak jelas
ku toreh di wajahku yang pias
lepas lepas

Sebelumnya tak pernah seperti ini
dan kau pun tersentak
dengan sikap dinginku
dengan ketidakpedulianku
dengan kerasku
dengan kesungguhanku

bahwa tak akan ada lagi kesempatan
tak akan ada lagi kata yang kau sebut cinta
karena kini semua jelas adanya

bukan cinta kalo saling menyakiti
bukan cinta jika tak ada setia
bukan cinta jika ketulusan tak pernah tersemat

Aku tutup hatiku rapat-rapat
dan tak akan membiarkan seorangpun mengulang sakit yang sama

Aku dengar kau memakiku
menghujatku
menambah luka itu

Dan maaf, aku tak akan bergeming
hanya akan hening
diantara makian dan hujatanmu

Semakin jelas … Tuhan sangat sayang aku🙂

_28012010_

***

Mojokerto, 2 Februari 2010