Kamis, 25 Februari 2010

Hari ini hari terakhir aku kerja di kantor ini, Nippon Koei Co., Ltd. Mojokerto.

Berarti aku udah 2 tahun kerja disini, waahh… gak kerasa euy!😀

Sudah banyaaaaakk banget pelajaran dan pengalaman selama aku 2 thn di kota Majapahit ini🙂

Tentang suka dan duka hidup sendirian di kota yang sama sekali asing, gak ada saudara sama sekali walaupun memang ada beberapa teman kuliah yang asli Mojokerto sini sih😀

Pertama kali ke kota Mojokerto, 2 tahun yang lalu sekitar bulan Februari 2008, lupa lupa ingat antara aku kesini sendirian ataukah waktu itu dianterin ‘temen’ naik bis… ehmm entahlah kok gak membekas yah??hehee

Yang jelas saat itu aku bawa banyak barang dari kota Malang, baju-baju, perlengkapan2 lain, ma makanan yang udah disiapin ibu buat aku. Oia ma beberapa camilan yang dikasih Pipit juga🙂

Heboh deh kala itu soalnya di keluargaku yang kerjanya paling jauh yah aku ini udah pasti bakalan sangat kehilangan lah yah hehhee… jadi keluargaku, sodara-sodara ma temen-temenku banyak ngasih wejangan, nasehat, saran, dan oleh2😀 asyik sekali deh😉

Lalu aku ngekos di rumah ibu Anis dan bapak Agus, udah kek orang tuaku ndiri. Baik banget deh mereka dah gitu dapat harga kos paling murah diantara temen kos lainnya pula hehee

Tahun pertama aku kerja di Mojokerto adalah tahun terberat. Mulai dari penyesuaian kondisi cuaca (beuh… panas banget disiniii), teman-teman baru ma lingkungan yang berbeda. Tapi untunglah karena aku ramah, baik hati dan rajin menabung maka aku gampang akrab ma orang-orang baru itu, hehhee *dilarang protes!*😀

Dari awalnya yang homesick, kangen-kangenan terus ma rumah di Malang sampai pada akhirnya betah di Mojokerto dan jadi males-malesan kalo mau pulang ke Malang. Semua kenangan-kenangan itu bakalan selalu aku ingat🙂

Tentang kota Mojokerto yang ternyata seru kalo dijelajahi dengan sepeda angin, tentang berbagai makanan khasnya, tentang tempat-tempat nongkrong anak-anak ABG kota Mojokerto, tentang orang-orangnya yang ramah, tentang udaranya, tentang fasilitasnya, tentang semuanya… dan aku pasti merindukan kota ini😀

Di kota ini pula aku bertemu dengan orang-orang luar biasa yang Allah beri buatku. Mbak-mbak kos yang baik dan setia mendengarkan semua cerita dan keluhan tentang kisah cinta dramatisku, teman-teman kantor yang memberi warna beda di perjalanan hidupku, memberi arti tentang keluarga, memberi pengetahuan tentang agama juga tentang kehidupan pernikahan, aku akan selalu ingat semua tawa itu, semua ekspresi tertekan karena kerjaan yang tercermin di wajah teduh mas Edy, mas Mufi, mas Basuki, mas Sony, mas Rinto, mas Bani, mas Rossi, mas Tutut, pak Mursani, pak Mardiono, pak Syawabi, pak Siswadi, pak Sutikno, pak Sakri, pak Djito, pak Sabar, pak Nardi dan pak Didit. Juga akan selalu teringat tentang ocehan dari para pembesar proyek… Mr Nakahira dan Mr Shimoo🙂

Satu hal yang juga gak akan aku lupa dari kota Mojokerto karena disini aku dipertemukan dengan orang-orang ‘ajaib’ lainnya. Bukan teman kerja juga bukan temen kos. Mereka adalah teman-teman ‘tak sengaja’ yang aku temukan. Kek mas Aan yang sangat baik dan tulus hmmm moga pernikahanmu di bulan Juni nanti lancar mas dan mempunyai keluarga yang selalu diridhoi Allah, amiinn. Lalu mas Andri juga temen-temen di wartel… Dolly, koko ma sapa lagi lupa aku namanya😀

Mereka-mereka lah yang setia membagi tawa dan keceriaan di hari-hariku yang kadang kelam dan mampu menerbitkan senyumku kembali.

Dan hari ini, perjalanan itu telah mencapai finish. Karena besok aku akan kembali ke kota asalku, Malang. Membuka lembaran baru, mencari penghasilan baru dan memaknai serta mengambil hikmah di tiap langkah yang akan aku papah nantinya. Hanya harapan yang tertinggal moga ke depannya aku akan jauh lebih bijak dan mengerti serta tak terlalu naif tentang sisi-sisi lain dari hidup yang tak melulu berisi senyuman karena terkadang kita butuh air mata diantara itu agar bisa merasakan syukur atas semua yang Allah beri buat kita.

Akhirnya, aku juga harus sangat berterima kasih pada kota yang awalnya sangat aku benci ini untuk semua kisah itu, untuk semua pelajaran itu, untuk semua ujian dan tantangan yang menjadikanku lebih tegar diantara tangisan dan duka. Dan karena Mojokerto ini pula aku bisa bertemu dengan laki-laki luar biasa, Sandi Nugraha, yang aku panggil po. Seseorang yang hadir saat aku terluka dan benar-benar putus asa. Seolah memberi secercah cahaya diantara gelapku diantara sakit-sakitku, diantara hilangnya kepercayaan akan sosok laki-laki.

Terima kasih untuk semua canda itu po, untuk semua perhatian, untuk semua cerita, untuk semua momen yang membuatku perlahan bangkit dari keterpurukanku dan dari sakit-sakitku yang aku tahu kau pun juga pernah merasakannya.

Ya Allah aku menangis…

Alhamdulillah…🙂

Tapi sungguh ini bukan tangisan karena sedih, ini tangisan karena rasa syukur yang mencapai klimaksnya. Terima kasih Rabbi untuk semua jalan hidup yang Kau beri untukku. Dan aku yakin bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk hidupku kelak.

Akhirnya… dengan berat harus aku ucapkan…

Selamat tinggal Mojokerto!! Photobucket

***

Tulisan terakhirku di kota Mojokerto🙂

Mojokerto, 25 Februari 2010