Malang. 19 Agustus 2010.

Menyisihkan waktu membaca yang lalu…bukan untuk mengenang…hanya sedikit mencari pelajaran dan hikmah🙂

Moga bisa tercapai walau tak bisa dipungkiri ada rasa sakit yang masih menganga dan akan terus begitu jika tak coba aku obati. Dan yah… ini cara(ku) mengobati salah satu luka itu. Membahas?ehm…bukan, lebih tepatnya menginstrospeksi diri sendiri, mencatat apa yang salah…apa yang kurang…apa yang harus aku benerin agar kesalahan yang sama tak pernah terjadi lagi. Termasuk dalam hubunganku antara manusia. antara teman maksudku. atau antara pasangan. Beberapa hari ini tak banyak yang tahu bahwa aku telah mengalami ‘tragedi’ kata-kata yang (mungkin) sangat fatal akibatnya jika tak pernah aku tahu. Jika aku tak meluangkan waktu untuk mengkonfirmasi prasangka jika aku tak punya keberanian untuk meminta maaf.

Ternyata… lagi-lagi aku sadari bahwa kekuatan kata-kata sangat berefek. Apalagi kata-kata yang tak bisa menyesuaikan dan berempati terhadap perasaan orang lain. Selanjutnya, akan selalu aku ingat jika sekali kita berucap maka tidak akan bisa ditarik lagi. Bisa diobati dengan kata maaf tapi akan tetap membekas. Duh Rabb… hanya Engkau yang tahu aku tak ada sedikitpun maksud untuk menyakiti orang lain, untuk melukai hati orang lain, untuk menyinggung perasaan orang lain. Aku sudah menjelaskan, aku sudah meminta maaf…namun jika semua itu masih belum berarti banyak aku tak tahu dengan cara bagaimana lagi😦

Maka pelajaran yang bisa aku petik dari peristiwa ini adalah… Berhati-hatilah dalam berkata, pertimbangkan perasaan orang lain, berkatalah yang manfaat atau diamlah🙂

wew… moga cepat berlalu^^

Well, kek yang tadi aku bilang kalo aku bis baca2 ulang tulisan2ku yang lalu dan menemukan ini😀

dengan pasti aku bilang: Aku tak akan trauma! karena aku yakin aku bisa dapat yang lebih baik dan aku layak bahagia🙂

***