Sabtu, 21 Agustus 2010. Kota Malang.

Mendung. Hujan semalam. Sebenarnya sudah beranjak memanas, hah…rupanya sang mentari tahu kebekuan di kota Malang ini harus segera dicairkan dengan sinarnya. Mengganti kantuk dengan semangat penuh optimis, layaknya sinar sang mentari.

Tapi kenapa tak berlaku buat dia?

Sinar mentari tak mampu mencairkan hatinya, hanya mampu membuatnya semakin mengeras, labil, beku…

Lalu tetesan di kedua mata itu tak lagi bisa dibendung… entahlah apa sebenarnya yang sudah membuatnya begitu.

Tumpukan masalah?mungkin…

Menjadi tertutup tak pernah jadi maunya… karena hanya menambah beban itu, menumpuk semuanya jadi satu, tak heran jika sakit kepala selalu menghantui tidur malamnya hingga tak jarang membuatnya terjaga. Dan merasa sendiri saat seperti itu adalah wajar. Tak banyak yang bisa dia lakukan. Tidur tak mampu, bangkitpun tak kuasa… Lalu memandang layar telepon selulernya, membaca kembali beberapa pesan yang tak ada balasan. Hening… hanya sesekali terdengar suara tokek menghidupkan sepertiga malam…

Sekelebat kesadaran itu muncul… kesadaran akan Tuhan… yang selama ini mungkin tak teraih sempurna di hidupnya. Air mata itu kembali mengalir… kali ini tak lagi karena merasa sendiri tapi dia merasa dekapan Tuhan… perasaan hangat yang tak mampu digambarkan dengan kata-kata. Dia merasakan kasih itu…

Air mata mengalir semakin deras saat bayangan masa lalu dan kekhilafan di pelupuk mata…

Sekilas ada rasa tak pantas beroleh kasih itu untuknya… Tapi sungguh Tuhan Maha Baik, dengan kasih sayang-Nya yang tanpa batas mampu meluluhkan kerasnya hati juga keegoan yang tak terbendung…

Rabbi… Aku ingin kembali ke jalan-Mu.. tuntunlah tanganku… pegangi hatiku… agar tak lagi terjerumus dalam kesalahan yang sama…

Siapa yang datang dan mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal, maka aku akanmendekat padanya satu hasta…

Siapa yang mendekatkan diri pada-Ku satu hasta, maka aku akan mendekat kepadanya satu depa…

Siapa yang datang padaku sambil berjalan, maka Aku akan datang padanya sambil berlari…

betatapun kita telah lari menjauh dari Allah, ketahuilah bahwa Allahsenantiasa sangat rindu menanti kita kembali ke PangkuanNYA

>Menutup mata dengan wajah sembab<