Astri Maulikha, menulis:

Di Titik Kulminasi

Menjadi keras tak pernah jadi mauku…

Tak bersuara, menyudut, seolah tak mendengar dan tak melihat apa2 juga bukan inginku…

Dulu, membuatmu tersenyum, bahagia dan penuh suka adalah hal-hal yg menjadi prioritasku

Tak bermaksud dibalas dengan hal yg serupa karena aku yakin kau tak kan mampu…

Hanya ingin senyummu selalu terkembang di setiap harapan yg coba kau genggam

Harimu berat, aku tahu

Hidupmu tak mudah, aku paham

Masa lalumu kelam, aku terima

Dan karena semua itu menjadikanku terlalu lunak, tak masuk akal terkadang

hanya satu hal, aku tak mau membebanimu…

 

Hari berganti hari

pun ketika tawa terganti oleh duka

Aku masih ada disana, disampingmu, menyeka peluhmu, menghapus air matamu

Tak lengah sedetikpun

Dan kau mulai menyadari satu hal, aku tak bisa hidup tanpamu…


Sesaat setelah kesadaranmu itu hadir sekelebat

Kau mulai berulah nikmat

Tak menghiraukanku yang mulai tercekat

diantara malam dan dingin yg merapat

tangisku tak kau dengar

rintihku tak kau hirau

lalu aku membisu diantara itu

meratapi kebodohanku lagi-lagi

Setelah semua yg indah tiada

kau datang padaku menengadah

ribuan janji dan maaf meluncur dari bibirmu

sempat aku jemu dengan itu

tp kau yakinkan aku

bahwa janji itu benar

maaf itu benar

Semua penyesalan nampak di wajah tirusmu

membuatku bergidik ngilu

tak mampu menuruti ego luar biasaku

Aku beri kesempatan untuk kesekian kali

hanya dengan satu keyakinan tak akan terulang lagi

Sesaat, perubahan itu aku dapat

sikapmu nampak bersahabat

tapi sesaat… yah hanya sesaat

karena setelahnya ak dapati luka yg dulu-dulu

di tempat yg sama kau sayat dengan sembilu

sampai ke ulu-ulu

Aku membeku

Hatiku membeku

tatapku membeku

kata-kataku beku

Guratan kecewaku nampak jelas

ku toreh di wajahku yg pias

lepas lepas

Sebelumnya tak pernah seperti ini

dan kau pun tersentak

dengan sikap dinginku

dengan ketidakpedulianku

dengan kerasku

dengan kesungguhanku

bahwa tak akan ada lagi kesempatan

tak akan ada lagi kata yang kau sebut cinta

karena kini semua jelas adanya

bukan cinta kalo saling menyakiti

bukan cinta jika tak ada setia

bukan cinta jika ketulusan tak pernah tersemat

Aku tutup hatiku rapat-rapat

dan tak akan membiarkan seorangpun mengulang sakit yg sama

Aku dengar kau memakiku

menghujatku

menambah luka itu

Dan maaf, aku tak akan bergeming

hanya akan hening

diantara makian dan hujatanmu

Semakin jelas … Tuhan sangat sayang aku

_28012010_

***

Sandi Nugraha, menulis:

Mulai Pudar

 Akhirnya….saat yG aQ benci datang juGa,saaT dmana aQ ngerasa dy nGak baik buat aQ,saaT hati aQ mulai il fiLL ma dy,saat aQ mengetahui kalo aQ g ingin melajutkan hubungan ini.Tp aQ mencoba bertahan sampai ngak taU kapan,mungkin sampai meledaK isi OTak aQ.aTo sampai tangisan hati aQ keluar melaLui aiR mata,semua aQ seraHkan padamu saNg pencipta peraSaaN,penciPta rasa Cinta,pencipta Segala isi buMi N diRi aQ.seMoga aPa yang sudah Tubuh ini Lakukan aDalah yG terbaik karna raSa iNi terciPta Untuk melaKsanakan suNnah rasulMU.

Tapi hati iNi sudah teRlanjur membeNcinya,walaupun haruS terus melaKsanakan keHidupaN bersmanya hanya untuk meyaKinkan bahwa dy ngak Baik untuk aQ.buKan untuk meNcari keburukan serta kekurangannya,tP untuk mengetahui seBerapa banYak tulanG rusuk Q yg ada Dalam dirinya.Walaupun sedikit,tP aQ masih berharaP kebencian Q kepadanya aTas kekhilafan yG sudah dy lakuKan kePada Q akan Luntur sediKit demi sedikit beRsama waKtu daN aQ bisa berakhir bahaGia bersamanYa.Hanya itu keinginan aQ yg nGak bisa aQ paksakan,hanya bisa menghendaki dG terus berdo’a.karNa sesungguhnya diDalam hati iNi,didaLam kebencian ini masih ada raSa yg tidaK mudah untuk dihilangkan (CINTA DAN KASIH SAYANG).

Well,

Dua tulisan diatas saya salin dari blog dan catatan kami di jejaring sosial. Astri Maulikha adalah saya dan Sandi Nugraha adalah suami saya. Ketika tulisan diatas dibuat kami sama sekali sedang tidak saling mengenal. Tulisan tersebut dibuat karena luka dari pasangan masing-masing yang konon katanya sakit sekali, hehehee…

Sampai akhirnya saya dan siami bertemu secara sangat tidak sengaja di yahoo messenger (YM). Oh, awalnya saya ini jutek sekali bahkan lebih tepat disebut sengak (hahaa) karena kala itu ceritanya saya sedang terluka batin dan sedang tidak minat dengan lelaki, apalagi ber ramah-ramah ala ABG alay jaman sekarang, hihii…

Waktu itu, Sandi Nugraha intens sekali ngebuzz, mungkin karena jengah membaca status saya yang merintih melulu, wakakkaaa

Sampai akhirnya dimulailah per-chatingan itu, setiap hari sepanjang waktu, saat itu akhir bulan Januari 2010. Berawal dari teman chatting lalu curhat-curhatan, oh ternyata nasib percintaan Astri Maulikha dan Sandi Nugraha sama,,hahaa

Berawal dari pertemanan dunia maya yang ‘panjang’ kamipun sepakat bertukar-tukaran no HP, waw… hal yang sangat langka saya lakukan (ingat, saya ini jutek!hahaa)

Sesi curhat-curhatan di YM kami lanjutkan via HP. Saat itu kami murni berteman (saya lebih tepatnya) dia unyu-unyu sekali dan sangat perhatian, hehee… Dari dunia maya lalu telepon sampai akhirnya kami bertemu, ehm… saat itu hari Sabtu, 6 Februari 2010. Kami saling berkunjung rumah, dan entah kenapa orang tua saya waktu itu suka banget ma Sandi Nugraha, aih… kena hipnotis! =))

Singkatnya, aku memutuskan menjadi sepasang teman dekat yang berkomitmen untuk menikah, hahhaa… luar biasa 😀

Tepat setahun setelah itu saya dan Sandi Nugraha menikah, 11 Februari 2011.

waw…waw…waw… betapa Allah luar biasa sekali mempertemukan jodoh manusia, kami khususnya 🙂

Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan suami saya kala itu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Semoga pernikahan ini berberkah ya Rabb… moga kami bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah dengan bimbingan-Mu meraih ridho-Mu 🙂

Aamiin…

***

 hihii… suami saya tidak tahu saya membuka rahasia ini tapi sebentar lagi beliau akan mengetahuinya karena saya akan mem-publish di catatan facebook! hahahhaaa… piss abi :p

Iklan