Ku buat otak primitif dan limbik-ku bekerja lebih cepat lalu melimpahkan secara penuh dominasi neocortex. Untuk memutuskan.

 Sedikit keluar dari harmoni semestinya.

 Biar saja.

 Obrolan panjang di telp dengan kedua sahabatku tadi pagi sedikit menyentil sisi egoku, ego untuk berkata T I D A K pada hal yang memang tidak aku lakukan. Maaf jika tadi suaraku meninggi, berkejaran dengan deru knalpot truk-bis-mobil besar depan rumahku.

Sedikit kecewa sekarang, kenapa tadi tidak kusuarakan lebih tinggi?hehe..

 Aku sampai tak sadar ternyata obrolan telah berlangsung tiga jam.. Waktu yang sangat lama untukku berbagi perasaan karena biasanya telingakulah yang terpasang tebal dan ready to hear, menjadi pendengar yang baik buat mereka.

 Untuk kesekiankalinya harus aku katakan bahwa tak semua orang suka dan setuju dengan kita. Pasti akan ada pihak yang pro dan kontra. Tak apa, karena dengan adanya merekalah hidup menjadi seimbang.

 Ketika kita senang, adanya pihak ‘kontra’ lah yang meredam euforia kita untuk tidak senang berlebihan. Sebaliknya, ketika kita down pihak ‘pro’lah yang menyadarkan kita bahwa kita masih dicintai, didukung, dihargai.

Satu bukti ALLAH tak pernah sia-sia mengijinkan sesuatu terjadi🙂

Lantas jika ditanya bagaimana perasaanku sekarang? Jujur aku tak merasa apa-apa, bukan karena tak peduli, bukan itu.

Tapi karena aku tau dia yang ‘kontra’ itu adalah karena tidak tahu, karena salah paham, karena tidak memperoleh jawaban yang memuaskan dariku….untuk pertanyaan yang tak pernah sampai padaku dan hanya dia simpan sendiri yang lalu dicari jawaban ke orang lain padahal siapapun tahu jawaban ada di aku, jadi bertanyalah padaku.

Bertanyalah padaku…

*sebuah catatan satir untuknya supaya mikir, jangan kikir bertanya padaku, gratis..tak ada biaya ongkir😀

 

Bojonegoro, 25 Juni 2012