Judul note saya bikin merinding yah?hehe

Saya terinspirasi menulis note ini ketika saya mengunjungi salah satu fan page tentang kehamilan.
Disitu ada yang bertanya atau lebih tepat disebut curcol,sbb:
‘saya menyesal menyuruh pacar saya minum obat peluruh kandungan krn sampai sekarang tidak juga keguguran,saya takut anak saya tsb kelak terlahir cacat.saya harus bagaimana?’

Sebuah pertanyaan yang sangat sensitif dipertanyakan, mengingat di fan page tersebut ratusan bahkan mungkin ribuan ibu-ibu yang ingin hamil (tapi belum diberi)

Nah ini udah diberi dengan ‘cuma-cuma’ (karena notabene masih pacaran yaa) mau digugurin gitu aja, oh what the hell.. (Begitu rata-rata komen di postingan tersebut)
Saya tak akan membahas tentang hamil diluar nikah. Seperti judul note ini saja: Obat Peluruh Kandungan vs Obat Penguat Kandungan.
Mana ya kira-kira yang lebih tokcer?😀

Begini, kita ambil contoh di kehamilan saya yang pertama dan kedua. Saya telah mengkonsumsi berbagai merk obat penguat kandungan (progesteron) mulai dari yang ‘murah’ (mang ada obat penguat yang murah?hehe) sampai yang hampir nominal juta.

Apa semua itu menjamin kandungan kuat?hehe wallahu’alam.. (Lepas dari kehendak ALLAH ya) nyatanya obat yang segitu mahalnya tak membuat benar-benar kuat. Pun ketika perintah bedrest total dilaksanakan juga masih tak menjamin, bahkan saking berhati-hatinya mau kentutpun ritmenya diatur, dikeluarin pelan-pelan dengan misi agar vibrasi kentut yang mungkin amazing tidak mengguncang rahim (haha maaf ini lebay :p )

Oke, kesimpulannya: obat-obatan penguat+bedrest+kehati-hatian = tidak menjamin kandungan kuat dan sehat

Di kasus lain, yang hamil diluar nikah, berbagai cara untuk menggugurkan, entah itu lewat obat peluruh, pijatan dukun aborsi, minum sprite segalon, loncat-loncat muteri stadion tidak menjamin kok bakal pasti keguguran malah di banyak kasus kandungan itu semakin kuat mencengkeram😀

Well, sungguh kenyataan yang sangat ironis😦

Betapa ALLAH yang Maha Dokter, yang Maha Berkehendak, yang Maha Memutuskan.
Obat penguat itu tak akan berefek apa-apa jika ALLAH tak Menghendaki kandungan itu selamat, di posisi ini jika kita sbg hamba-Nya yang sudah berikhtiar dan berdoa tapi tak mendapat (atau belum) hasil seperti yang kita inginkan, bukan berarti ALLAH tak sayang. Justru ujian seperti ini jika kita tetap husnudzan serta istiqomah maka Insya ALLAH, ALLAH akan menaikkan derajat kita🙂
Dan selalu yakin-yakin-yakin!! ALLAH akan menggantinya dengan yang jauuhh lebih baik,insya Allah (yuk, baca terjemah surah Al-Baqarah ayat 155-157)🙂

Serta sebaliknya, jika berbagai cara untuk menggugurkan (tanpa indikasi medis) tidak berhasil maka semoga ALLAH membuka hidayah-NYA dan memberi kesempatan untuk taubatan nashuha… *istighfar

 

 

 

 

Malang, 14 Agustus 2012