Aku amati matamu pijar

Seperti bohlam bergaransi

Seperti tawa bangga pemuda penuh prestasi

Ku tanya mengapa
Inginku ikut larut dalam bahagiamu

Kau tak menjawab
Hanya nampak berbaris gigi
Matamu menyipit
Sambil terkekeh kau usap rambut sepunggungku

Hah?
Aku?

Kau mengangguk..

Malang, 8 September 2012

–malam berkabut diselang seling rintik hujan, amboy syahdu sekali–