Ied mubarak..

Seperti tahun2 sebelumnya saya dan saudara2 beramai-ramai menuju masjid utk shalat ied. Tak seperti ied sebelumnya, tahun ini begitu melow didukung dengan penceramah yang luar biasa menghayati isi ceramah yang disampaikan.
Saya menangis nyender di tiang tenda, oh airmata itu mengalir deras. Semakin deras ketika ustadz menyampaikan, ‘begitu sabar nabi Ibrahim, memohon anak selama 40thn baru dikabulkan Allah, ketika anak tsb lahir dan tumbuh mjd anak yang baik, Allah memintanya lagi..dan nabi Ibrahim dengan ikhlas berkata ‘ini untuk Allah,kenapa saya harus bersedih?’

Masyaa Allah, saya malu tak terkira😦

Teringat beberapa saat sebelum ini saya seperti ‘tidak sabaran’ meminta Allah mengabulkan doa saya padahal saya hanya menunggu beberapa bulan tak selama nabi Ibrahim..dan ketika ujian itu sampai pada saya, Allah meminta ‘dia’ kembali..seperti langit runtuh dan saya tenggelam dalam air mata tak kenal waktu.
Saya malu sekali, padahal Allah meminta milik-Nya kembali tp seolah ‘dia’ milik saya sendiri.


‘Rabbi habli minnassholihin..’ (ya Tuhanku anugerahkan pdku seorang anak yang sholeh)

Khotib membaca doa tsb 3x,
saya pegang perut saya..
saya berbicara pada’nya’..
saya sampaikan harapan di doa tsb untuk calon anak saya -insayaa Allah-

Oh,mengharukan sekali moment pagi tadi..diselingi takbir yang sayaahdu

#Maafin bunda nak, mengajarimu menangis😀
 

 

Masjid Darul Muttaqien Malang, 26 Oktober 2012