Setelah 2 malam berpeluh dengan sakit gigi yang sakitnya naudzubillah bahkan kolaborasi amoxicillin 500+ asam mefenamat 500 pun hanya mengurangi penderitaan tidak lebih dari 50%,akhirnya td pagi saya menekadkan diri ke Dokter Gigi, dioperasi..ya sudahlah (2 dokter gigi saya sebelumnya tdk berani melakukan tindakan apa-apa)

Dan..

Saya dan abi masuk ruang dokter dengan tegang.

Dokter mengobservasi.

Ketika saya mengutarakan dicabut saja dok
Dengan ramah dokter menjawab, ‘sebenarnya cabut gigi tidak apa2 tapi yang membahayakan buat janin obat biusnya, kasian janinnya nanti ada kelainan jantung.kecuali mbak tahan ya dioperasi tanpa obat bius,hehe’

Deg!

Saya hampir menangis begitu dokter blg efek buruk buat janin saya.

Saat itu saya berpikir, ‘Ya Allah..kalau gt saya ikhlas sakit daripada operasi gigi dengan resiko seperti itu. Bagaimana saya tega membayangkan amanah Allah sekecil itu akan menderita -mungkin- seumur hidupnya hanya karena saya tdk tahan sakit :-(..’

Saat itu mungkin wajah saya sangat memelas, hehe

Dokter mengambil tindakan dengan membersihkan lubang yang menganga di gigi saya -fyi, it hurts!- kemudian menembel gigi saya.

‘ini saya tega2in ya mbk astri, sakit sekali ya?semoga setelah ini tdk sakit lagi ya..operasinya nunggu kalo sudah melahirkan saja ya,moga tembelannya tidak lepas..’

Saya mengangguk sepanjang dokter berbicara. Sembari mengelus perut, saya mencipta bonding.. ‘bunda baik2 saja sayang..adek jg harus baik2 saja ya’

Dokter membuyarkan ‘obrolan saya dengan adek’

‘dijaga biar tidak lepas ya..obat yang dirumah dihabiskan saja tdk saya tambahin resep, insayaa Allah sembuh ya..’

‘iya dok, Alhamdulillah sekarang sudah tidak sakit’ (senyum berbinar)

‘suaminya sdh lega tuh sdh bisa kotekan,tadi tegang sekali,hehe..’ dokter menimpali.

Saya,perawat dan dokter tertawa..entah wajah abi saat itu seperti apa 😀

Abi menghentikan gerakan jari2nya. ‘gak papa lho mas kalo mau kotekan..hehe’ lanjut dokter.

Saya ketawa guling-guling, dalam hati =))

Saya lega..abi -saya rasa- jg lega karena kekasihnya ini insayaa Allah tdk lagi menangis semalaman,hehee..

Pemeriksaan sudah selesai diakhiri dengan saran2 dari dokter yang baik hati itu.

Menuju parkiran dengan riang..sepanjang perjalanan pulang cengengesan, Alhamdulillah… 🙂

Most Recommended: DRG. VIVIEN CHRESNA :*

 

 

 

Malang, 3 Nopember 2012

 

Iklan