Maafkan aku..

Jika karenaku, menginspirasimu berdusta

Jika karena foto-fotoku bersama suamiku, menginspirasimu bertindak yang sama dengan pasangan tak halalmu

Jika karena catatan-catatan bungaku tentang suamiku, kau bilang, membuatmu iri..inginmu melakukan hal yang sama

Tapi bisakan dengan pasanganmu sendiri?

Ku tak menangis bukan berarti ku tak terluka
Ku tak berteriak bukan berarti ku tak marah
Ku tak menjambak rambutmu bukan berarti ku ikhlas dgn itu

Aku hanya ingin Tuhan membuka mata hati kita, hingga bukan khilaf yang meraja, bukan nafsu yang menjajah, bukan lelucuan tak lucu yang kau bilang becanda…

Ah, memang terlalu banyak kurangku
Tak jarang banyak yang ingin memasuki celah-celahku
Sebesar apapun usahaku pasti akan ada cacat di matamu

Tak apa..
Bukankah ku terbiasa?
Berjalan dengan bisa sendiri
Tertunduk diantara pongah dan duri
Menahan menyimpan luka sendiri

Tapi kau lihat,
Aku masih bisa berdiri
Tersenyum dalam duka menari
Mengangkat wajah tegak meskipun ku telah dikebiri

Jangan berlari
Ku tak akan mengejarmu

Ambilkan saja aku cangkul
Kita kubur ini dalam-dalam

Biarkan ia hancur dan terlupa

Cepat bergerak!
Selama Tuhan masih memberi nafas

Jangan menunggu DIA murka, demi Allah…

Malang, 10-11-12