Kau bilang sebentar,
Saat ku tak berhenti meratap
Kau bilang tunggu,
Saat ku mulai berlari keluar menjauh
Kau bilang sabar,
Ku jawab ‘untuk apa?’
Kau tak bersuara
Membisu dalam duka

Ku tersudut
Luka ini terus bergelayut
Memang tak ada bara menyahut
Hanya pijar tersulut
Ku kalut
Dendam tak bisa berdamai berpagut

Ah, kancuut..