Untuk semua yang terjadi di hidupku belakangan ini ataupun kejadian-kejadian serta pengalaman yang kemungkinan besar sering terulang dan berulang-ulang. Aku sebut itu proses.

Proses belajar…

Aku mengambil contoh terdekatku (selain orang tuaku) yaitu hubunganku ma yanda. Diawal hubungan aku adalah tipe orang yang meledak-ledak, ketika aku marah saat itu juga aku utarakan, ketika aku gak suka saat itu juga aku sampaikan, gak peduli dia sedang ada masalah ato enggak. Semakin kesini aku mulai bisa belajar (walopun sedikit 😀 ) ketika aku marah aku memilih untuk diam sejenak, meredakan emosi, berpikir dan menganalisa, kenapa ini terjadi? bagaimana bisa terjadi? setelah semua terjawab maka akan aku tanyakan pada diriku sendiri, “masih pantaskah aku untuk marah?”

Untuk semua hal selalu punya alasan. Dan alasan itu yang harus aku tahu dan mengerti dulu. Karena semua hal pula gak selalu bisa dan harus diselesaikan dengan penuh emosi dan tekanan darah tinggi. Ini cuma masalah mengerti dan menerima 🙂 maka bicarakan dengan kepala dingin dan dari hati ke hati (semangat semangaaatt…mari belajaarr^^)

Aku percaya apapun yang terjadi di dunia ini adalah semacam pelajaran. Kita muridnya. Masalah dan peristiwa adalah mata pelajarannya. Kita belajar, kita menghadapi ujian. Dan yang aku sadari penuh untuk semua hal yang berulang di hidupku adalah semacam remidi karena aku gak berhasil mendapat ‘nilai yang baik’ untuk suatu ujian di mata pelajaran tertentu.

Related Quote:

“Ketika kumohon Tuhan Kekuatan, Ia memberiku Kesulitan agar aku menjadi kuat…

Ketika Kumohon Tuhan Kebijaksanaan, Tuhan memberiku masalah tuk kupecahkan..

Ketika Kumohon Tuhan Kesejahteraan, Tuhan memberiku akal untuk berpikir..

Ketika Kumohon Tuhan Keberanian, Tuhan memberi Kondisi Bahaya untuk kuatasi..

Ketika Kumohon pada Tuhan sebuah Cinta, Tuhan memberiku Orang2 bermasalah untuk kutolong..

Ketika Kumohon Tuhan bantuan, Ia memberiku Kesempatan..

>>Aku tak pernah menerima apa yang kupinta, tapi aku menerima semua yang kubutuhkan”

***

Mojokerto, 22 Desember 2009


Kemarin aku sms-an ma salah satu temenku sebut saja namanya si-dia, awalnya aku tanya ‘apa sih menurutmu yang sebaiknya aku hindari, aku kurangi atau bahkan aku  hilangkan (baik kata2/sikapku).’

  • si-dia: g ada yg perlu dirubah..km tu q rasa2in makin jauh ma tmn2mu (gak ada yang perlu dirubah..kamu tuh aku rasa-rasain makin jauh ma temen-temenmu)
  • aku: Jauh gimana?
  • si-dia: enggak gini lo As. q lo sering ndengeri arek2 crito2 nang q lek awakmu iku brubah drastis…wis g kyk biyen mane.. (Begini loh As. Aku sering mendengar teman-teman crita-crita ke aku kalo km itu berubah drastis…udah gak kayak dulu lagi..)
  • aku: Contohnya? plis bocorin dunks 😀
  • si-dia: lo lek q nrimo koncoq opo onoe as..saiki gini lo km ngrasa g lek dijauhi tmn (Kalo aku menerima temenku apa adanya As..sekarang gini, kamu ngerasa gak kalo dijauhi teman)
  • aku: Enggak, hmmm aku gak tahu temen yang mana yang kamu maksud tapi kalo temen-temenku kek Diana, Ikul, temen-temen SMA ku, keknya biasa aja, malahan akhir-akhir ini mereka curhat. Maksud kamu siapa sih? aaahh blak-blakan ajah deh, aku gak ada maksud apa-apa kok aku cuma mau jadi orang yang lebih baik, itu ajah 🙂
  • si-dia: temen2 sma enggak. kl tmn kul gmn? (Teman-teman SMA enggak. kalo teman kuliah gimana?)
  • aku: Temen kuliah yang mana? paling temen kuliahku, kamu, Meila, Fiki, Devid, Jingga, Tita. Setauku Jingga, Tita, Devid, Meila, Fiki biasa aja cz masih sering chat. Kamu yah maksudnya?hmmm..hehee
  • si-dia: Lo q kan wis bilang q iku nrimo koncoq opo onoe as…lek menurutq awakmu ikuw dewasa terlalu cpt. ikuw g baik as (Aku kan udah bilang kalo aku menerima temanku apa adanya As…kalo menurutku kamu itu terlalu cepat dewasa. Itu gak baik As)
  • aku: Jujur saja…mang aku kenapa sih?kok aku dihindari?masa hanya karena dewasa?hmm… (setauku aku juga gak kena penyakit yang menular deh..dooohh…amit2 jabang bebi *ketok meja 3x* 😀 )
  • si-dia: Terlalu cpt dwasa. dewasa iku harus as. tp terlalu cpt g bs. (Terlalu cepat dewasa. Dewasa itu harus As tapi terlalu cepat gak bisa)
  • aku: Terlalu cepat? dalam hal apa? Aku sudah 23 tahun, tahun depan aku 24, apa gak pantas aku bersikap dewasa? Tau gak, banyak yang bilang kalo aku kekanak-kanakan loh…
  • si-dia: jd dewasa g perlu diliat dr omongan ma sikap…lbh baik km kekanak2an dr pada km jd orang lain. be your self even you’r no body. (Jadi dewasa gak perlu dilihat dari omongan ma sikap…lebih baik kamu kekanak-kanakan dari pada kamu jadi orang lain. Be your self even you are no body.)
  • aku: Malah yang aku lakuin sekarang adalah aku, dengan wujud yang sebenarnya (wadah brasa kuntilanak jadinya, hahaha) Kalo dengan sikapku sekarang ini orang ada yang suka dan ada yang gak suka keknya normal-normal aja ya? Boleh tau gak sapa yang bilang itu?
  • si-dia: jgn ah kasian…y uda jalanin aja idupmu kyk gini..toh km jg nyaman kan…klo mis dia ngeluh. tar q yg ngasi tau kl km g kyk gt. okay. (Jangan ah kasihan…ya sudah jalanin saja hidup kamu seperti ini…toh kamu juga nyaman kan…kalo misalnya dia mengeluh. tar aku yang ngasih tau kalo kamu gak seperti itu. okay.)
  • aku: aahh… ****(sebut nama dia) jahat, sapa siy? ***a ma *****a yah?hehee ato ****a? 😀 bukan apa-apa kok cuma supaya aku bisa lebih menyesuaikan sikapku kalo ke mereka (cieeehhh penyakit ‘sok’ dewasa kumat, hahaa)
  • si-dia: tu kan sok dewasa lg. (Tuh kan sok dewasa lagi.)
  • aku: yah gini ini ****(sebut nama dia) aku 😀 Eh jadi bener ya tebakanku?hmmmm…
  • si-dia: bukaaaannn…
  • aku: Lah teruuuuussss???perasaan ya itu itu saja yang berhubungan ma aku, kalo yang laen mungkin karena mang gak cocok aja kali yah hehee. Oia sampein ke mereka yah kalo seseorang bisa berubah bukan cuma karena umur tapi juga karena faktor lingkungan yang memaksa berubah dan gak selamanya seseorang yang mereka sukai bakal tetap kek gitu sepanjang masa.  ok, dear^^
  • si-dia: seeph

***

Yang jadi pemikiranku semalaman, eh bener loh maren malem aku baru bisa tertidur lelap jam 12 malam! (gak lelap-lelap amat sih 😀 )  Cuma aku mikirin, apa yah kira-kira sikapku atau kata-kataku yang buat seseorang gak nyaman?Photobucket

Dan jika mereka mang teman sejati maka apabila aku melakukan kesalahan pasti mereka bakalan mengingatkanku secara langsung, salahku dimana, apa masih bisa dirubah yah setidaknya mereka ngomong lah dan biar aku yang memfilter saran-saran itu, mau aku laksanain atau enggak. Bukan dengan mengambil jalan lain…ngomongin di belakang, Photobucket karena itu gak akan menyelesaikan masalah, kan?  😀

aahh…mungkin sosok teman sejati di anganku terlalu berlebihan sajaPhotobucket

Maafkan aku teman, untuk semua kekhilafanku…

Jika aku salah, katakan dimana salahku…

Yakinlah, aku cukup terbuka dan besar hati buat menerima kritikan

(yang disampaikan dengan cara baik, tentu) ^_^

Lets make our life, our journey, our friendship
better than yesterday... 🙂

(begaya pake bahasa Inggris wakakakakkakak)^^

>> “Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. kalo lo dikritik buat cetak biru di pikiran lo. Bahwa kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa gak enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? hanya untuk membuat diri kita lebih baik. Itu aja.” [Genta ‘5cm’]

Lagu Project Pop ini terdengar sangat indah, saat ini 🙂

Untukmu teman…

Ingatlah Hari IniPhotobucket

Kawan dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu selama ini
Ternyata kepalamu akan s’lalu botak
And kamu kayak gorila

Cobalah kamu ngaca, tuh bibir balapan
Daripada gigi loe kayak k’linci
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan

Tapi ku tak peduli
Kau s’lalu di hati

Kamu sangat berarti, istimewa di hati
S’lamanya rasa ini
Jika tua nanti kita t’lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Nggak enak badan resah nggak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku

Don’t you worry, just be happy
Temanmu di sini

Don’t you worry, don’t be angry
Mending happy-happy

***

Mojokerto, 10 Desember 2009