Dengan Kasih Sayang


Dengan kasih sayang

Kita simpan bedil dan kelewang

Punahlah gairah dalam darah

Jangan!

Jangan dibunuh para lintah darat

Ciumlah mesra anak jadah tak berayah

Dan sumbatlah jarimu pada mulut peletupan

Karna darah para bajak dan perompak

Akan mudah mendidih oleh pelor

Mereka bukan tapir atau badak

Hatinyapun bernusan dengan cinta kasih

Seperti jendela yang terbuka bagi angin sejuk!

Kita yang sering kehabisan cinta untuk mereka

Cuma membenci yang nampak rompak

Hati tak bisa berpelukan dengan hati mereka

Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak

Lahiriah yang terlalu banyak meminta!

Terhadap sajak yang paling utopis

Bacalah dengan senyum yang sabar

Jangan dibenci kaum pembunuh

Jangan biarkan anak bayi mati sendiri

Kere-kere jangan mengemis lagi

dan terhadap penjahat yang paling laknat

Pandanglah dari jendela hati yang bersih

(WS. Rendra)

***

Renungan Indah

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah

kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak rumah,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan

Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra)

***

Peganglah

Teramat jauh aku berlayar

di Laut-Mu yang tiada tepi

disana kutemukan isyarat alam

terukir indah dengan tinta emas

dengan torehan kata:

“Wahai manusia

sebenarnya engkau melihat…tapi buta

mendengar…tapi tuli

berucap… tapi bisu

terbangun… tapi tidur

berjalan… tapi lumpuh”

“wahai manusia

agar kau melihat, tak buta

mendengar tak tuli

berucap tak bisu

terbangun tak tidur

berjalan tak lumpuh

peganglah kitab ini kuat-kuat

Maha Benar Ia dengan segala firman-Nya

(Terjemahan dari ayat Al-Quran “Yaa Yahyaa khudzil kitaaba biquwah” )

***

Surah Cahaya

Di masyarakat yang telah dewasa

wanita yang memakai jilbab

karena aqidah Surah Cahaya

diberi ruang untuk mementaskan hak asasinya

Wanita yang memakai jilbab

karena arus budaya

ditemani untuk menemukan kesejatiannya

yang mewakili keharuman Penciptanya

Dan wanita yang memakai jilbab

karena kapok oleh keburaman masa silamnya

dilindungi dan disantuni

dalam semangat khusnul khatimah

Adapun mereka yang belum memakai jilbab

Tak dikutuk ataupun dihardik

melainkan dicintai

Dengan kearifan dan mau’idhah hasanah

Juga kepada mereka yang menolak jilbab

orang tersenyum dan berkata:

“Makin banyak wanita melepas pakaian, makin agung makna kain penutup badan”

(dari: Syair Lautan Jilbab)

Iklan
Hari Minggu, 29 Maret 2009 besok temenku nikah!
waw menikah!! its sound amazing for me 😀

Tak pernah terbayangkan bakal secepat ini dia menikah,,haaahh..mungkin cuma perasaanku saja yg selalu merasa seperti anak kecil, padahal taon ini usiaku beranjak 23 tahun, sudah bekerja…lalu apa lagi yg dicari? hmmm…mungkin saia masih mencari 1 kunci lagi..
***
kemantapan hati…
***
yah itu yang saia cari sekarang untuk melangkah ke arah pernikahan…mengikuti jejak Pipit, teman saia, yang insya Allah hari minggu besok menikah, fyuuh…
Ketika sabtu kemarin aku menemaninya mempersiapkan pernikahan hingga ikut serta ke Bedengan Petak DAUMalang untuk foto pre-wedding rasanya selintas ada rasa haru dan hampir tak percaya ternyata waktu cepat sekali berlalu…
Diantara sejuknya hutan pinus saat itu, aku mulai mengingat masa-masa ketika aku dan dia bersama-sama sewaktu SMA.
Yah…Pipit temenku sejak SMA aku dan dia sama2 aktif di organisasi BDI (Badan Dakwah Islam) SMA Tamansiswa Malang, banyak hal yang sudah kami lalui bersama, saat ketika aku, dia dan teman2 BDI yang lain berkunjung ke panti asuhan membagi sumbangan teman2 satu sekolah ketika acara Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj dan peringatan agama yang lain, ketika kita yang begitu bersemangat di hari Jumat pagi, sebelum masuk kelas ke ruang PPTS (OSIS) untuk mengambil kaleng amal dan membagikannya di kelas2 dan ketika yang lain istirahat, kita berkumpul di mushollah untuk menghitung amal2 itu, haahh…sungguh menyenangkan 🙂
Aku tersenyum hambar…
antara senang…haru…dan perasaan akan kehilangan sosok teman sepertimu,
yah kau akan punya kehidupan baru bersama suami dan anak2mu kelak..
hmmm berbicara tentang anak2…
Aku ingat betul kamu sangat sayang anak kecil, sangat.
Masih ingatkan ketika waktu pulang sekolah kamu seringkali bilang,
“As, ayuk ke YPAC? aku pingin kesana…”
(dan diteruskan dengan penjelasan ilmiah versi dia kenapa ingin berkunjung ke YPAC)

YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat) yang notabene berlokasi tidak jauh dari sekolah ku.
Sering juga aku cuma bisa membatin “duuh..nih anak ngapain juga ngajak2 kesana..” (tapi tentu tak pernah tersampaikan :D)
Ketika tiba di tempat itu kau langsung mampu membaur dengan anak2 down syndrom dan serba kekurangan secara fisik, taukah saat itu aku malu ma diriku sendiri…
__
Ternyata aku ini terlalu sombong, untunglah kesombongan itu tak terlalu lama ngendon di hatiku 🙂
Karena nyatanya aku juga ikut merasakan kesenangan tersendiri berada di tengah2 mereka, diri yang selama ini selalu mengeluh…selalu merasa tak pernah bersyukur tentang semua yang diberi Allah jadi luluh ketika melihat mereka…melihat anak2 yang bermata polos itu tertawa tanpa beban…
haaahh…
Pengalaman2 berharga itu aku dapat kamu 🙂
Masihkah kita bisa kek gt lagi?
Masihkah kita bisa nongkrong bareng lagi?
(nongkrong okeh,,tp kalo ngelaba cocacola <<alias cowok cakep cowok idola, yg kita namai mereka ‘Tedjo’>> tentu sudah haram hukumnya buat km) hahaa..ternyata ada untungnya berstatus single Photobucket
Hanya doa sepenuh hati yang saat ini bisa aku beri buat kamu, moga pernikahan kamu  nanti menjadi yang pertama dan terakhir, moga mempunyai keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, moga bahagia teman…Photobucket
(Well, thx atas kepercayaan menjadikanku penerima tamu di resepsi pernikahan km nanti, saia tau kog saia memang mempesona dan km sadar itu,,huakakkk…)

***
Karena keterbatasan waktuku maka kado buat dia sampe sekarang lom terpikirkan 😀
tapi aku udah mempersiapkan 1 album voto berisi ‘behind the scene’ pembuatan voto pre-wedding tempo hari kog, lumayan kan buat kenang2an?? hehee
trs aku kepikiran beliin buku tentang kehidupan rumah tangga, menjadi istri solehah, menjaga keutuhan rumah tangga, atau semacamnya, tapi masih lom nemu siy bukunya apa tar deh hari sabtu mw hunting ke Gramedia daaan….nantinya sebagai pembatas buku itu aku buatin laminatingan dari voto (lihat lampiran voto di bawah sendiri postingan ini) yang aku edit semampuku 😀
trs..hmm…mungkin alat2 makan kali yaah…
trs diselipin deh puisi2 seperti dibawah ini Photobucket
last…moga ajah bermanfaat, Amiin…
—-
***

Sepertinya baru kemarin kita melalui masa-masa SMA

Menjalani hari-hari menyenangkan di kelas Bahasa

bekerjasama dan saling mendukung untuk memajukan BDI kita

Aku masih ingat saat-saat itu,

saat kita tertawa bersama, menangis bersama, terdiam dan saling berbagi…

hingga kita saling membaiat diri sebagai sahabat,

Yah sahabat…satu kata indah

yang mampu kita jaga hingga sekarang

Hari ini…

hari bahagiamu

setelah sekian lama berjuang

Akhirnya kau menemukan belahan jiwa

Seorang lelaki yang dikirim Allah untukmu…

Yang sekarang bergelar suami bagimu..

Dari hati yang terdalam tersimpan doa

semoga pernikahan ini diridlo’i

menjadikannya

keluarga sakinah mawaddah wa rahmah..

seperti impian kita kala itu

Sadex ‘n us3

March 29, 2009


***

Untuk semua langkah yg kau ayun
Dalam bimbang, mantapnya asa
segala laramu kini berakhir jua…

cintamu dan dia nyata adanya
bersenyawa indah dalam ikrar suci kata
dan aku berdoa smoga
kekal selmanya..

sahabat, air mataku menitik..
di hari pernikahanmu
merasa usai sudah

setelah semua pengorbananmu,
kini kau temukan pendampingmu..
yg akan selalu ada disisimu
dalam tawa pun jua laramu

Haruku untuk tulus cintamu
menangisku untuk smua liku kasihmu
mendambaq untuk sgala bahagiamu
dan doaku akan setia untuk damai hari2mu..

langkah2mu yg lalu,
mungkin tertatih..
mungkin perih sempat mnyayat hati
kini saatnya melupakan smua..
melangkah dgnya mengarungi dunia..

Dan sgala bahagia menantimu di sana..

(puisi sumbangan dari Dini, thx Diin)

***


Dari mulai kita diciptakan-Nya

Telah ada benang merah penghubung di hati kita

Begitu besar rahasia-Nya

Begitu indah takdir-Nya

Diantara bermilyar manusia

kita dapat bertemu


Saat tiba detik pertemuan kami

saat pertama bertatap mata

Saat itulah keindahan rencana-Mu berlaku

Begitu kuasa-Nya Kau Ya Allah

Saat ikrar dan janji kami ucapkan

Untuk bejalan berdua memenuhi sunnah-Mu

Menjalani takdir kami dalam samudra kebesaran-Mu

limpahkanlah karunia dan berkah-Mu Ya Allah

Hingga dapat kamu bersatu

Selamanya…

Amiin


Dan kita tercipta

Dan kita bertemu

Dan kita berjalan

dalam tujuan yang sama

Menuju Surga-Mu…

(puisi di undangan pernikahan Dian ‘n Alfan,,tooo tuiiittt…) 😀

March 26, 2009 @7:32 PM

(eeh..hari Raya Nyepi sekarang, met Nyepi yaah bagi yg ngerayaiin..)

nantikan kisah selanjutnya ea…dengan voto2 saia pas berkonde,haks haks…


***

pre-wedding jepretankuu… 😀

WANITA


Ku tak mampu

artikan kata wanita

ku tak tahu

untuk apa mereka dicipta

untuk dipuja ataukah dihina

seribu kata tercurah untuk wanita

namun satu yang kumengerti dari wanita

wanita adalah makhluk mulia

tapi mengapa

karena wanita pria bisa terluka

karena wanita pria bisa terlunta

dan karena wanita pria hilang akal sehatnya

walaupun seringkali sebaliknya

seribu tanya menyesak di dada

seribu hari kurenungi arti mereka

namun tak jua kutemukan jawaban nyata

aku hanya bisa berharap dan mengadu padamu

Aneh, tapi itulah adanya

wanita terlihat cantik ketika dia jujur

walaupun terkadang harus menitikkan air mata

*****

17 Oktober 2005 by Joe

thx puisinya..
hmm..msh aku simpan low..