Alhamdulillah… kegiatan Peringatan Hari Anak Yatim 10 Muharram 1433 H yang diperingati hari Minggu, 11 Desember 2011 (13 Muharram 1433 H) bertempat di Griya Lukis Slamet, Batu, Malang – Jawa Timur berjalan dengan lancar :)

Dan saya pribadi merasa sangat bangga dengan semua tim Komunitas Peduli Anak Yatim dan Dhuafa yang telah bekerja keras dan ikhlas  mempersiapkan acara hingga hari H. Dan tak lupa terima kasih kepada para donatur yang telah ikut berkontribusi besar dalam kesuksesan acara ini, jazaakumullah khoir, semoga Allah membalas dengan kebaikan :)

Semoga kegiatan seperti itu bukan yang terakhir. Moga Allah selalu menjaga semangat rekan-rekan komunitas untuk mau menyisihkan waktunya guna mengadakan bakti sosial secara rutin. Aamiinn… :)

PAYPAL – 2011

Pintamu adalah amanah

Serupa kekuatan yang melesat hingga sel darah

Pintamu adalah perintah

Yang tak pernah memaksa turun dari singgasana melepas wibawa serta tahta

Pintamu adalah bukti

Manjamu menjadi saksi

Binar matamupun tak bisa membohongi

Bahwa cinta tak cukup hanya dikata
Karena ia tak bisa sempurna
Tanpa tindakan tanpa pengorbanan

Ketika kau meminta

Luruhlah semua kerasku

Egopun menjauh

Jauh..jauh…

Pintamu mengingatkanku pada janji

Saat ku menangis di hadapan Illahi

Meminta hati yang bersih

Menjadi istri yang dicintai

Pendamping suami, penyejuk hati

Serta merta yang rapuh itu tiada

Hanya ingin yang kini meraja

Dan niat ini kembali utuh

Karena Siti Khadijah mencontohkan itu

Karena Rasul Muhammad menyuruh begitu

Maka ketika pintamu ku taat

Tak cuma senyummu ku dapat

Tapi ridho Allah yang kian mendekat

***

Sepanjang, 8 Nopember 2011 @17:50 WIB

>>untuk suamiku: Sandi Nugraha :-*

Tanggal ini, 25 tahun yang lalu…saya terlahir ke dunia,tepatnya di kota Malang.

 Hari ini, 2011. Saya sudah berstatus istri selama 8 bulan, dan saya sangat menikmatinya.

 Jika hari ini di tahun 2010 saya dilamar secara sangat mengesankan oleh seseorang yg sekarang bergelar suami saya.

Maka hari ini, di tahun 2011 suami yg amat saya kasihi itu telah bersusah payah ‘menciptakan’ kejutan ulang tahun yg begitu indah.

Di jam 00.32 WIB tadi malam, saya merasakan suami saya bangun, hal yg selama 8 bulan baru dia lakukan hari ini. Bangun selarut itu tanpa alarm sama sekali. Kemudian terdengar tas kresek dibuka, lampu kamar dinyalakan, saya masih enggan bangun kala itu.

Lalu sebuah kecupan dibarengi kalimat surgawi terlontar, ‘selamat ulang tahun sayang…’

Dan saya tersadar penuh. Saya memamerkan barisan gigi2 saya bersamaan dgn setangkai mawar merah yg suami saya berikan kala itu.

 Dada ini rasanya sesak, penuh dengan binar kebahagiaan yg memancar-mancar.

 Ah ya Rabbi, betapa saya sangat mengagumi suami saya itu atas ketulusan tak terhingga dan pengorbanannya agar saya bahagia.

 Malam tadi tak cuma bunga mawar yg suami saya berikan tp jg buku yg sudah lama ingin saya baca disertai dg surat yg dia tulis sendiri.

” Met ultah istriku tercinta..

Moga makin sayang, makin perhatian, makin sabar, makin sholikha. Amin ya Rabb..

Tentunya semua itu buat abi,hehe

Makin sayang ma abi

Makin perhatian ma abi

Makin sabar ngadepin abi

Makin sholikha sbg istri abi :-)

Maaf kalo selama menjadi istriku, abi belum bisa ngasih sesuatu yang berharga buat bunda.

Hanya bisa ngasih perhatian dan kasih sayang yang mungkin juga masih kurang dari kata sempurna. Jangan bosan ngingetin abi ya bun.. :-)

Abi sayang banget ma bunda, abi pengen yg terbaik buat kita berdua dan anak kita ntar. Moga smua dikasih kemudahan oleh Allah SWT, amin y Rabb.. “

17 Oktober 2011

Saya tersenyum berderai, mata saya tak berhenti berkilat-kilat. Bukan karena kado2 itu tapi karena menjadi istri seorang Sandi Nugraha adalah anugerah terindah yang pernah ku miliki >>lalu terngiang lagu lawas milik Sheila on 7  B-)

Alhamdulillah…^^

>> 10 hari lagi (27 Oktober) giliran abi nih yg ultah…aduduuuhh… dikasih kejutan apa yaaahh??? *ada ide?? :D

17 Oktober 2011

I’m 25!! ^^

waw… sudah seperempat abad berada di bumi Allah :)

Doa2 di tiap tahun hampir sama… tapi kali ini lebih lengkap… :D

Moga selalu bisa menjadi istri yang terbaik buat suami tercinta, moga diberi kepercayaan (lagi) ma Allah untuk beroleh keturunan yang sholeh dan sholehah… amiiinn.

Hidupku lengkap… Alhamdulillah :)

Yaa Allah ya Ghaffar… :’(

Tiap kali melalui hari2 penuh air mata bersamanya sebenarnya jiwa ini perlahan melumpuh, melihatnya menangis tanpa suara membuat saya mengutuki diri sendiri, dan tiap kali membaca ini rasanya.. ah, betapa saya masih jauh dari predikat istri sholehah :(

Padahal di hari ketika ijab qabul, 11 Februari 2011, saya berjanji di dalam hati, perjanjian dengan Allah, bahwa saya akan belajar menjadi istri sholehah, istri yang dapat menyenangkan suami saya, membentuk keluarga kecil yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Tapi kenapa saya begitu tertutup? bahkan untuk menyatakan apa yang saya mau atau yang tidak saya mau, begitu sulit… sehingga semuanya hanya berhenti di tenggorokan tanpa ada kekuatan untuk mengeluarkannya lewat kata2 yang pantas. Dan ketika yang saya tidak setujui, tidak saya suka, tidak saya inginkan tiba saya hanya diam mematung, tanpa suara, sesuatu yang sangat tidak kau sukai memang.

Saya tahu begitu sabar dan hebatnya kau merayuku untuk bisa sedikit saja menyampaikan yang saya rasa tapi entahlah seperti tuli saya tetap diam dan mematung. Saat itu sebenarnya saya ingin sekali berbicara tapi kenapa suara saya seperti hanya saya saja yang mengerti?

Saya tahu pernikahan adalah salah satu sarana untuk belajar, belajar tentang kehidupan, belajar tentang pasangan kita. Di usia pernikahan yang memang tergolong baru ini saya berharap adalah masa-masa penyesuaian, try and error, menuju masa yang jauh lebih indah :)

                                                                                                                                                                                                                 Sepanjang, 5 Oktober 2011

 

Akhir2 ini jadi sering terngiang bahwa kasih seorang ibu sepanjang masa bahkan cerita tentang kerelaan berkorban nyawa untuk anaknya jelas bukan dongeng belaka. Saya pernah berada di posisi ‘rela berkorban nyawa’ itu, untuk anak yg saya kandung. Ketika itu, waktu maghrib, langit senja Bojonegoro, burung2 bercicit riuh mengitari genteng kamar kos saya.

Pendarahan tak juga berhenti, kontraksi tak kunjung henti. Kala itu saya hampir gila, entah menahan sakit,entah diliputi ketakutan akan adanya kemungkinan anak yg saya kandung tak pernah saya lihat wajahnya..betapa tidak, beberapa hari sebelum itu dokter telah memvonis calon anak saya akan gugur jika pendarahan tak kunjung berhenti.

Saat itu sudah hari ke-10, masih sama seperti hari ke-1.

Dalam senja itu saya berdoa pada Tuhan saya, saya ikhlas untuk smua rasa sakit itu karena saya tahu calon anak saya juga sudah brjuang untuk bertahan dalam rahim lemah saya, mungkin dia lebih kesakitan dari saya.

Entah dapat pikiran darimana, saat itu saya bahkan ikhlas Allah mengambil saya…saya tersenyum walaupun airmata tak pernah berhenti, saya merasa Allah berada di samping saya, meminta saya bersabar. Saya meminta Allah membagi nyawa saya untuk calon anak saya agar dia bisa bertahan, sungguh saya tak kuasa membayangkan dia berjuang diantara peluh dan darah.

Sampai akhirnya tgl 2 Agustus 2011 pendarahan berhenti total… bersamaan dengan gugurnya calon anak saya.

Saya tak menangis, bahkan saya banyak tersenyum, bukan karena saya senang tapi karena saya tak mau menjelaskan kesedihan saya…

Ketika banyak orang yg berkata ‘kontraksi waktu keguguran iut jauh lebih sakit daripada saat melahirkan’

Saya amin-i pernyataan itu walopun memang saya belum pernah melahirkan.

Sakit kontraksi saat keguguran bisa menjadi berlipat2 tatkala kita sadar bahwa calon bayi yg kita rindukan tak akan lagi berada di kandungan sedang kontraksi saat persalinan bisa menjadi tak berarti tatkala kita membyangkan betapa indahnya mjd seorang ‘ibu’.

Ah, Allah jauh lebih tahu apa yg terbaik buat hamba-Nya, saya yakin satu hari nanti saya akan dipanggil ‘bunda’ lewat bibir mungil anak saya, dalam kondisi yg jauh lebih sempurna :-)

 

 

>>Sepanjang, 6 September 2011, adzan Isya’

 

saya masih ingat smua rasa sakit yg saya rasakan kemarin. Rasa sakit dimasukin obat di tempat yg sangat tidak saya harapkan, jg rasa sakit diobok2 jari beralaskan sensitive glove di tempat yg masih tidak saya harapkan kemudian bergantian dengan alat apalah namanya. Tapi dari semua itu ada yg jauh lebih menyakitkan …Melihatnya menangis! ><

Ya Rabbi,berkahilah smua yg trjadi…ikhlaskanlah kami terhadap smua keputusan-MU…

‘Dan Kami pasti akn menguji km dg sdikit ktakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa,dan buah2an. Dan sampaikanlah kabar gembira kpd orang2 yg sabar,
(Yaitu) orang2 yg apabila ditimpa musibah,mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kpd-Nya kami kembali)’

(QS. Al-Baqarah 155-156)

** RS Hermina Tangkuban Perahu, Malang (23/7/11)**

Malang, 11 Februari 2011

 

Sidoarjo, 12 Februari 2011^^

 

Sandi & Astri Wedding

 

Sighat Taklik (bapak nangis... T_T)

 

yess...^^

Malang, 29 Januari 2011

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

untuk lelaki yang akan jadi suamiku kelak,
aku ingin mengutarakan beberapa hal..
Adalah engkau yang dikirim Allah untukku, pilihan terbaik-Nya.

Sampai sekarang tak banyak yang benar-benar aku tahu tentangmu hanya yang membuatku yakin sejak pertama kali kita bertemu dulu adalah… bahwa kau mampu membimbingku yg dhaif ini. Menjadi imam yang bertanggung jawab, menjadi teladan untuk generasi penerus kita nanti… jika Allah mengijinkan,
kita akan menghiasi rumah dengan tawa, dengan kasih, dengan penghormatan, dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an di sepertiga malam.

Tapi tentu kehidupan tak akan selalu berjalan semulus itu, akan banyak kerikil tajam di jalan yang kita tempuh, akan banyak ujian yang menempa dan yakinkan kita tetap berpegangan saling menguatkan.

Kita hanyalah dua manusia yang tak sempurna, terlebih aku. Aku hanya perempuan akhir jaman dengan segala kekurangan, yang harta satu-satunya yang bisa aku persembahkan buatmu adalah kesetiaan dan pengabdian seorang istri. Ingin ku menjadi penyejuk jiwamu, menjadi peneduh ketika hidup mulai tak ramah, memuliakanmu karena Allah. Aku ingin kau merasa beruntung meminangku.

Untuk lelaki yang akan jadi suamiku kelak, ajarkanku mencintaimu karena Allah :)

**catatan ini untukmu mas Sandi ^^

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

>>temans…doakan pernikahan kami yaahh :)

Aku tahu ini tidak mudah…

Aku tahu aku bisa menghadapinya…

Aku tahu aku tak sendirian…

Dan yang harus kamu tahu air mata bukan tanda kelemahan…

Walau bukan ukuran untuk sebaliknya

Ada segenggam harap kita akan tetap berpegangan, melewatinya sama-sama..

Suka kita bagi

Pahit kita rasakan bersama

Tak saling menjatuhkan

Tak saling melemahkan

karena sejatinya kita sama-sama terluka

Maka indah jika kita selalu mengingat janji yang terucap

Dan tak akan lalai

oleh kata-kata mereka

Maaf jika belum bisa menjadi seperti yg kamu mau…

 

.20 Nopember 2010.

 

 

 

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.